Yuk kita contoh, nasehat para Nabi dan orang soleh kepada anak-anaknya

Kira-kira, apa sih nasehat yang paling sering kita ucapkan kepada anak-anak kita?

“Belajar yang rajin ya Nak, supaya kelak jadi anak yang pintar dan sukses…”

“Yang akur ya kalau bermain bersama, jangan sering bertengkar…”

“Jadi anak-anak yang soleh dan solehah ya Nak…”

“Selalu berkata jujur ya Nak, karena Allah melarang kita berkata bohong walaupun dalam bercanda…”

Di atas adalah beberapa contoh nasehat yang lazimnya orangtua ucapkan kepada anak-anaknya. Harapan-harapan agar kelak mereka dapat menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, pintar, berakhlak baik, sukses dunia akhirat, dan segala kebaikan lainnya.

Bagaimana dengan para Nabi dan orang soleh terdahulu? Apa saja sih nasehat-nasehat yang mereka pesankan kepada anak-anak mereka? Yuk mari kita cek kisahnya di dalam Al Quran dan kita terapkan juga nasehat-nasehat yang sama kepada anak-anak kita.

1. Nasehat Nabi Ibrahim’alaihis salam

“Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaaan muslim.”” (QS. Al Baqarah 132)

Dalam Quran Surat Al Baqarah 132, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (dan juga Nabi Yakub ‘alaihis salam) berpesan kepada anak-anaknya untuk jangan pernah meninggalkan agama islam.

2. Nasehat Nabi Ya’qub ‘alaihis salam

“Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu; yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”” (QS. Al Baqarah 133)

Dalam Quran Surat Al Baqarah 133, diceritakan bahwa menjelang wafatnya, Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berpesan kepada anak-anaknya supaya tetap menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain.

3. Nasehat Luqman Al Hakim

“Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman 17)

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya.”Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”” (QS. Luqman 13)

Petuah Luqman Al Hakim kepada anaknya dikisahkan dikisahkan di Al Quran di dalam surat Luqman. Di antara perkara yang diwasiatkan oleh Luqman kepada anaknya terdapat pada ayat ke 13 yaitu larangan untuk mempersekutukan Allah. Dan pada ayat ke 17, Luqman berpesan kepada anaknya untuk melaksanakan sholat, melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan bersikap sabar.

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum.

author

Author: 

Leave a Reply