Working Mom memberikan ASI Eksklusif? Bisa!

Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dan karena sudah banyak yang tahu bahwa ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi, juga hak setiap anak. Saya yakin, semua ibu akan berusaha menyusui anaknya. Namun, bagaimana kalau ibu bekerja di kantor? Sementara cuti selesai, sebelum usia anak 6 bulan? Tenang saja, ada caranya kok! Mari kita simak, ya!

 

  1. Cari tahu ilmu tentang ASI sejak sebelum melahirkan. Jangan seperti katak dalam tempurung. Sekarang mudah sekali untuk mencari tahu ilmu apa saja. Sangat penting bagi seorang ibu, tak hanya tahu manfaat ASI. Tapi juga tahu cara mengelola, bagaimana memompa ASI, penyimpanan ASI dan pemberian ASI perah. Terutamanya untuk working Mom.

 

  1. Sampaikan keinginan kita tersebut pada lingkungan sekitar kita, terutama pasangan. Apalagi untuk “new mom”, perjuangan menjadi ibu saja butuh dukungan. Dan agar kita bisa memberikan ASI eksklusif, kita butuh kerjasama yang baik. Dari pasangan, dan tak kalah pentingnya dari mereka yang mengasuh anak kita saat kita bekerja.

 

 

  1. Cari tempat melahirkan dan juga tenaga kesehatan yang pro-ASI. Sekarang hampir di semua fasilitas tempat melahirkan sudah pro-ASI. Terlebih pemberian ASI eksklusif sendiri pun sudah dilindungi oleh peraturan pemerintah yang berlaku. Sangat dianjurkan kita memilih juga tempat bersalin yang menerapkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

 

  1. Manfaatkan waktu cuti untuk menabung ASI perahan. Berapa lama waktu cuti yang diberikan perusahaan tempat kita bekerja, mungkin berbeda. Namun, tak menjadi kendala, bila kita sudah mempersiapkan dengan matang. Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya selama cuti. Selain mengasuh anak, sempatkan juga waktu untuk memompa ASI.

 

 

  1. Cari bantuan dalam mengasuh anak. Setelah lingkungan tahu keinginan kita untuk memberikan ASI eksklusif dan meluangkan waktu memompa ASI. Ada baiknya kita meminta pertolongan untuk hal lain, seperti urusan domestik, menjaga anak, sehingga waktu yang tersedia bisa kita manfaatkan untuk memompa ASI.

 

  1. Saat di tempat kerja, atur jadwal untuk memompa ASI. Kita sendiri yang atur jadwal untuk memompa ASI. Usahakanlah setiap 2-3 jam, teratur, setiap harinya.

 

  1. Sampaikan pada atasan dan juga rekan kerja, bahwa kita mempunyai jadwal untuk memompa ASI. Karena sekarang, menyusui anak sudah dilindungi undang-undang, tentunya seharusnya setiap perusahaan melindungi hak pegawainya yang hendak berjuang memberikan ASI untuk anak-anaknya. Pekerjaan bisa menunggu, namun masa emas anak tidak akan terulang.
  2. Atur asupan gizi yang baik. Kita lanjutkan menu makan gizi seimbang, yang biasa diterapkan selama hamil, berlanjut ke masa menyusui. Ini sangat penting untuk memperlancar ASI kita.

 

  1. Cari teman sesama working mom yang juga pejuang ASI. Memiliki teman sesama pejuang ASI akan meningkatkan semangat kita memompa ASI. Apalagi bila teman berasal dari satu kantor yang sama.

 

  1. Berusaha semaksimal kita bisa, namun jangan dibuat stres. Nah, ini yang paling penting. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan seorang ibu memberikan ASI adalah faktor stres. Seandainya ada kejadian yang tidak kita harapkan, kita harus paham teknik merelaksasi diri. Pahami bagaimana manajemen stres dalam diri. Bila perlu, bisa berkonsultasi pada pakarnya. Karena pikiran akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas ASI yang kita berikan. Apapun hasilnya nanti, jangan menyalahkan diri sendiri. Kita sudah berusaha yang terbaik untuk anak-anak kita.
author

Author: