Wanita Hebat

Aku menangis sejadi-jadinya sambil berlari pulang. Setibanya di rumah langsung kubuka baju yang dikenakan. Tangis tak kunjung reda sekalipun tanganku yang terus mengusap-usap seluruh tubuh tak mendapati mahluk yang kutakuti, cacing. Hanya ibu yang bisa menenangkan dengan membantu memastikan binatang itu memang tidak ada karena mungkin jatuh saat aku berlari ke rumah.
Kejadian pada masa kecil itu muncul kembali dalam ingatan setelah yang kualami hari ini. Dengan berbekal sapu injuk dan serokan sampah, ibu melumpuhkan tikus yang ada di dapur. Kemudian dimasukkannya bangkai tikus itu ke plastik dan dibuang ke tempat sampah yang berada di depan pagar rumah. Sebenarnya aku tahu, ibu sangat jijik dengan tikus. Namun nyali ibu menjadi luar biasa besar hanya karena ingin melindungiku. Aku yakin, belum tentu semua ibu mampu melakukan hal serupa.
Bu, hingga sekarang dalam benakku tetap terpatri rasa kagum dan bangga. Ibu pemberani dan selalu menjadi pahlawanku. Rasanya, tak akan pernah habis waktu untuk menuliskan berbagai peristiwa perjuangan yang dilakukan demi anak-anakmu. Upaya keras untuk menghantarkan kami ke pintu keberhasilan tidak pernah surut. Kehormatan dan harga diri tetap kau jaga dengan segenap jiwa terlebih sejak ayah berpulang ke rahmatullah.
Ibu, engkau menjadi inspirasiku. Semua nasehat dan didikanmu akan kucamkan dalam diri. aku berharap, keterbatasan dan kelemahanku dalam membalas semua jasamu tidak mengurangi kasih sayang yang diberikan hingga batas usia. Semoga Allah menganugerahkan surga yang indah untukmu. Aamiiin.

Rate this article!
Wanita Hebat,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

One Response

  1. author

    Tiesna Sutisna1 year ago

    Ibumu super ..

    Reply

Leave a Reply