Wanita Adalah Pintu Gerbang

Sesungguhnya seorang wanita itu adalah pintu gerbang bagi keluarganya. Mengapa? Apa yang dimaksud dengan wanita adalah pintu gerbangnya keluarga?
Perkawinan adalah pintu gerbang yang sakral yang harus dimasuki oleh setiap insan untuk membentuk sebuah lembaga yang bernama keluarga. Tanggung jawab wanita selanjutnya secara umum adalah menjadi istri dan ibu rumah tangga. Istri yang baik dapat menjadi pendamping suami yang berhasil, sedangkan ibu yang baik akan menghasilkan generasi yang handal untuk keluarganya, bangsa, dan umat.

Peran pertama yaitu menjadi istri bagi suami tercinta. Setelah akad nikah, maka secara otomatis tanggung jawab terhadap diri wanita beralih dari orang tua kepada suami. Hal ini memberikan konsekuensi bahwa ketaatan kepada suami lebih diutamakan. Dan itu butuh keikhlasan wanita, untuk mengerti akan tanggung jawabnya sebagai gerbang suami di dalam rumah tangga
Menjadi istri yang baik adalah istri yang taat pada suami. Meskipun demikian, bukan berarti ia durhaka pada orang tua. Namun, jika hendak melakukan sesuatu pada orang tua, istri wajib meminta ijin suami terlabih dahulu. Istri yang baik harus bisa menyenangkan suami, mengerti kepribadian suami dan memahami cara berkomunikasi dengan suami. Pria dan wanita memiliki kodrat yang berbeda, pola komunikasi yang berbeda. Sehingga saling memahami dan menjalankan hak serta kewajiban secara seimbang menjadi kunci keharmonisan dalam rumah tangga. Itu mengapa Kepemimpinan ada di tangan suami, tetapi kebahagiaan rumahku surgaku, pintu gerbangnya adalah wanita yang menjadi istrinya.

Keteladanan orang tua khususnya ibu merupakan bagian terpenting dalam membentuk karakter anak, karakter keluarga. Karena waktu kebersamaan ibu dengan anak lebih banyak dibandingkan dengan ayah. Dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan. Ibu adalah madrosatun awalun, sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Ibu adalah sosok yang sangat memiliki peran besar dalam sebuah keluarga. Menjadi ibu itu mudah, namun menjadi ibu yang bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya tidak semudah menulis atau mengucapkannya. Seperti yang diungkapkan seorang bijak, “seorang bayi yang baru lahir ibarat kertas putih tanpa noda”. Orang yang pertama kali menulis kertas tersebut adalah orang terdekatnya, yaitu orangtua. Indah tidaknya tulisan tersebut tergantung kepada mereka. Itu mengapa saya katakana, wanita sebagai ibu adalah pintu gerbang keluarga yaitu anak-anaknya.

Imam Al-Ghazali menyatakan, meskipun ada pengecualian-pengecualian, tetapi pada umumnya baik buruknya perilaku seseorang sangat ditentukan oleh pendidikan yang diperoleh pada waktu kecil dalam keluarganya. Pembentukan karakter-karakter positif, karenanya, memang amatlah niscaya.
Wanita sebagai orang tua bisa memiliki multi fungsi bagi anak-anaknya. Adakalanya kita harus menjadi seorang motivator ulung, disaat yang lain kita dituntut untuk mampu menjadi seorang dokter, untuk menganalisa dan mengobati tingkah anak sesuai dengan dosisnya, kita juga perlu menjadi komunikator yang bisa menjembatani permasalahan anak-anak kita.

ibu yang sukses adalah ibu mampu mengantarkan anaknya ke depan pintu gerbang surga. Bukan ibu yang banyak anak, yang bisa membuat anaknya memperoleh gelar banyak, atau membentuk anak yang kaya setelah lepas dari keluarga. Jadi itu mengapa saya katakan ibu adalah pintu gerbangnya anak dalam keluarga. Selamat berkarya wanita yang juga merupakan ibu-ibu shalihah di dalam universitas terbuka sepanjang waktu yaitu “Keluarga”. Ibadahmu adalah saat bersama suami dan keluarga. Jadilah pintu gerbang yang baik agar teraih surgamu nanti.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply