Umar bin Khattab Pemimpin yang Dirindukan

UMAR BIN KHATTAB SANG PEMIMPIN YANG DIRINDUKAN
Umar bin Khattab menggetarkan dunia dengan kegigihannya berjuang membela Islam, pemimpin tegas dan adil yang menyayangi rakyatnya, seorang khalifah namun selalu hidup sederhana. Beliau menjadi salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang saya favoritkan dan sampai saat ini sifat beliau ingin saya terapkan dalam kehidupan, sosok yang tangguh dalam menjaga Islam namun lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama muslim. Sesama muslim adalah bersaudara, saling menyayangi satu sama lain akan menguatkan persaudaraan sehingga akan semakin kuat pula benteng Islam dalam menghadapi musuh-musuh Islam.
Kepemimpinan Umar tidak lagi diragukan lagi, selama 10 tahun kekuasaan Islam bertambah luas dan penaklukan penting dilakukan. Tak lama sesudah Umar bin Khattab menjadi khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina yang menjadi bagian kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636 M), pasukan Islam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641 M, pasukan Islam menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639 M, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium dan diselesaikan dalam tempo tiga tahun.
Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan kekaisaran Persia telah mulai sebelum Umar bin Khattab menjadi khalifah. Kunci kemenangan Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637 M, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Menjelang tahun 641 M, seluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642 M), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644 M, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai dan semakin meluas meski Umar telah wafat.
Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas, dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, “Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabat pun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun Hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan shalat sunnat tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan dan lain-lain.
Namun beliau seorang pemimpin yang zuhud dan wara’, berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara bahkan Umar bin Khattab sering terlambat shalat Jum’at hanya menunggu bajunya kering karena dia hanya mempunyai dua baju. Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab dalam memimpin dilandasi kekhawatiran terhadap tanggungjawabnya kepada Allah SWT, masya Allah.
Entah tersisa berapa lagi di dunia ini pemimpin yang seperti Umar bin Khattab..
Jika pemimpin selalu takut akan dosa dan hukuman yang akan diberikan oleh Allah SWT jika melalaikan tanggungjawabnya maka pemimpin tersebut akan senantiasa berjalan sesuai aturan Allah SWT dan tidak akan berlaku zalim atau menyia-nyiakan rakyat, masyarakat atau orang-orang yang dipimpinnya, pemimpin yang akan dihormati dan dicintai oleh rakyat. Setiap langkah dan kebijakannya akan memberi manfaat yang dapat mendatangkan ridha dan kecintaan Allah SWT
Umar wafat pada Rabu bulan Dzulhijjah tahun 23 H meninggalkan luka yang mendalam, beliau ditikam ketika melakukan shalat Shubuh oleh seorang Majusi bernama Abu Lu’luah (al Fairus dari Persia), budak milik al Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah kalangan Majusi, sungguh keji, wafat dalam usia 63 tahun dan dimakamkan di samping Rasulullah SAW dan Abu Bakar.
Pemimpin bergaya seperti Umar bin Khattab sangat dirindukan menuju kejayaan Islam di Indonesia.

Penulis :
Andi Asriana

author

Author: