Tuntun Aku untuk Tiba Di jalanMu

Cinta itu suatu anugerah dari yang Maha Pencipta Cinta. Namun, jika kita tidak menjaganya sesuai ketentuan Sang Khalik cinta dapat berubah menjadi bencana. Untuk mendapatkan cinta sejati terkadang kita harus menunggu. Dalam proses menunggu itulah sebaiknya kita memantaskan diri sampai cinta yang kita harapkan menjemput.

Berbagai tantangan tentunya akan menghampiri ketika sesorang memutuskan menunggu sang pujaan hati. Tidak  sedikit pula yang akhirnya terbawa arus sehingga melangkah ke jalan yang tidak diridhoi Allah SWT. Namun, ketika kita menyadari bahwa jalan yang kita tempuh tidak sesuai perintah-Nya maka berhijrah lah secepat mungkin.

Menunggu!!! Adalah satu kata yang sering dihindari oleh orang banyak. Apalagi menunggu sang penggenap jiwa, waktu yang sebentar serasa lama, bahkan serasa seumur hidup bagi sebagian orang, khususnya kaum perempuan. Namun sesungguhnya, dalam masa menunggu itu banyak hal yang bisa diperbuat yakni kita bisa digunakan untuk memperbaiki diri sehingga jodohmu di sana insya Allah sedang memperbaiki diri juga, dan hal yang bisa digunakan untuk mengejar impian yang selama ini kamu dambakan, kemudian kita bisa digunakan untuk menyeleksi calon pasangan seperti yang kamu inginkan nantinya, dan lain sebagainya. Satu hal lagi yang sering kita lupakan, yaitu menunggu dalam ketaatan jauh lebih baik daripada bersama dalam kemaksiatan.

proses menunggu sang penggenap jiwa tidaklah mudah. Karena dalam prosesnya banyak sekali godaan baik dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Namun, perjuangan dalam proses menunggu sang pangeran untuk menjemput tidak akan pernah sia-sia. Yakinlah bahwa ketika kamu menunggu dalam kebaikan maka dia akan menjemputmu dalam kebaikan pula.

Menunggu sang penggenap jiwa, waktu yang sebentar serasa lama, bahkan serasa seumur hidup namun bagi sebagian orang, khususnya perempuan. Karena menunggu bukanlah hal mengasyikkan, tidak semua orang merasa senang untuk menunggu. menunggu adalah hal yang paling membosankan. Namun tidak semua hal yang kita lakukan itu membosankan.

Ketika kita ( kaum adam) ingin berniat menghalalkan seorang wanita itu tidaklah mudah. Butuh lebih dari sekedar niat dan kesungguhan untuk bisa datang menemui keluarganya . Butuh usaha untuk menjaga cinta yang akan ditanam. Butuh keyakinan yang kuat kalau kita adalah anak manusia yang berjodoh sebelum mata ini saling menatap. Namun ketahuilah, menunggu seseorang dengan penuh keyakinan pun itu tidak mudah. Kesabaran seorang wanita bersama dengan usaha untuk terus memantaskan diri bersamanya. Keikhlasan jika harapan itu diganti dengan seseorang yang menurut Allah lebih baik. Namun dalam menunggu kita terus dan selalu berdoa “ semoga Allah memudahkan segala urusanmu, mewujudkan semua mimpi dan cita-citamu, memberikan keyakinan akan seseorang yang sedang setia menunggu dan menjaga hatinya hanya untukmu “.

Biarkan hati yang akan menuntun untuk bertemu. Biarkan cinta kepada Allah sebagai alasan kita dipersatukan. Biarkan semesta cemburu akan doa-doa yang setiap malam kita panjatkan pada sang kuasa. Dan biarkan air mata ini ikut jatuh, seiring dengan hati ini yang akan jatuh hanya sekali saja. Padamu. Wahai pujaan hati.

Padamu yang suatu hari nanti akan menjemputku, mintalah dengan baik-baik pada Ayah dan ibunya. Berajanjilah pada Tuhan, bahwa kau akan dengan sabar membimbingku dan aku akan taat menjadi pendampingmu. Bawalah aku meniti jalan yang akan bermuara ke surga. Jalan yang kadang tidak nampak adanya kebahagiaan, tapi sumber bahagia adalah bersamanya dan taat kepada Tuhan. Lantas adakah alasan untuk kecewa bersamanya? Tidak akan pernah!!!

 

 

 

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply