TULISAN TEMAN

TULISAN TEMAN

Sudah beberapa hari ini aku tidak bisa menyimak grup-ku tercinta, Menulis Untuk Ibadah, secara penuh. Satu minggu ini rasanya aku susah “bernafas” di kantor. Membaca postingan teman-teman hanya bisa kulakukan menjelang tidur. Menulis pun begitu. Itu adalah kegiatan terakhir sebelum zzzz……zzzzz…..zzzzz.

Nah tulisan ini kubuat setelah aku selesai makan malam, mencuci. mandi dan sholat. Lagi – lagi aku membaca tulisan unik. Dari Ira, tentang wanita cantik yg “berusaha selalu tertawa” di pesta dan tertawanya dengan para lelaki. Ternyata tak semua lelaki yang mengelilinginya merasa nyaman dengan attitude seperti itu. Aku merasa ada pesan moral di sana. Aku salut pada Ira yang berbicara moral dengan tersirat demikian.

Lantas ada tulisan Atty tentang hujan yang menimbulkan kesyahduan. Mr Yahya dan Tidi mengangkat tema yang sama, batu akik. Hei….! Adakah tulisan teman yang belum kubaca? Haruskah kubaca semua? Aku memgharuskan diriku untuk itu. Bukankah ada cerita lucu di sana (Valentino yang ternyata jeruk makan jeruk, Denok alias siapa itu? Cerita debt collector Fifi, yg berusaha membuat wajahnya sangar). Lalu ada informasi soal mafia parkir, mani gajah. Ha, ha… Cak Mo yang “sadis” tetapi efektif dalam membiasakan bangun dan mandi pagi. Lalu ada pelajaran kesabaran bahwa aku pun perlu disiplin membaca tulisan teman. Pelajaran lainnya: membaca cepat. Pernahkah teman teman memdengar tentang itu? Gerakkan cursor, dengan kecepatan stabil tanpa berhenti. Biarkan otak yang memutuskan makna, bukan mata.

Demikian banyak bukan yang kuserap dari grup ini? Namun, maaf temanku, tak selalu aku sempat mengapresiasi, dengan jempol, bintang tujuh (bukan brand obat sakit kepala), atau “heart”. By the way, itu pun sesuatu yang harus kupelajari, kuupayakan untuk jadi kebiasaan. Bukankah aku harus belajar legowo dengan hasil kerja anggota tim ku di kantor? Terima kasih kepada guru menulis kami Kang Benny, yang tak luput mengapresiasi.

Bandung, 9 Oktober 2015, sebelum tidur.
Lisa Tinaria

Rate this article!
TULISAN TEMAN,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: