Tulisan Sebagai Media

Media (medium; perantara) berperan penting dalam menyampaikan apa yang ada di hati ataupun di benak. Untuk mencapai tujuan, kita perlu melalui sebuah rel atau track yang dengannya kita bisa mencapai tujuan tersebut. Sebelumnya, penting sekali untuk memastikan bahwa tujuan kita adalah tujuan yang positif yang menelurkan pesan-pesan positif juga.

Di sini, saya mencoba menganalogikan tulisan dengan media. Mengapa? Seperti materi yang telah di sampaikan oleh Tendi Murti, bahwa tulisan mampu mengubah peradaban.

Peradaban terkecil dimulai dengan mengurus diri pribadi. Ini penting, sebab kita baru bisa melangkah untuk kepengurusan yang lebih universal jika kita sudah mampu mengurus pribadi kita dengan benar.

Sebagai contoh, untuk mampu menyuguhkan informasi, motivasi, atau bahkan pada titik ter-ekstremnya; merubah dunia, merubah peradaban dimulai dari menyerap informasi terlebih dahulu. Seperti tahap pembelajaran, sebelum belajar menulis, anak-anak diajarkan untuk membaca (mengenal huruf per huruf). Kita harus memastikan pribadi kita sebagai pribadi yang memiliki isi; pengetahuan, wawasan, attitude, dll. Setelah pribadi kita termenej dengan baik, kita bisa melibatkan media untuk mencapai tujuan kita.

Singkatnya, tujuan-tujuan yang telah dirumuskan di awal tadi bisa tercapai dengan melibatkan media di dalamnya.

Maka, menulis sebagai media adalah juga sebagai titik awal pembuktian kita terhadap diri sendiri. Salah satu cara mengevaluasi diri yang amat sederhana tapi sangat jujur. Menulis adalah memetakan segala ide dalam pikiran kita yang kemudian dituangkan dalam sebuah media penyampaiannya; tulisan.

Seberapa penting peran media dalam mengubah peradaban? Sudah tidak perlu dijelaskan lagi, kita tahu dahsyatnya pengaruh media dalam mengumpulkan massa, suara, bahkan memanipulasi kebenaran-kebenaran.

Selanjutnya, menulis merupakan implementasi jati diri. Kita tidak pernah tahu isi sebuah paket jika kita tidak membuka kemasannya. Kita tidak pernah tahu bagaimana sensasi asin, manis, pedas, asam, jika kita tidak mencobanya. Begitu pula jati diri kita, dunia tidak akan tahu potensi kita jika kita tidak membuahkannya dalam bentuk karya-karya. Dengan menulis kita bisa dikenang sebagai diri kita berdasarkan tulisan kita. Ahh! Saya ragu mau menulis nanti tidak ada yang suka tulisan saya. No! Kita tidak tahu orang suka atau tidak dengan tulisan kita jika kita tidak pernah mencoba.

Setidaknya, menuliskan pengalaman hidup (entah itu keberhasilan atau kegagalan) lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Skema satu, orang akan belajar kiat-kiat menjadi berhasil dari pengalaman keberhasilan kita. Skema kedua, orang akan belajar bagaimana cara menghindari kegagalan dari pengalaman kegagalan kita.

See? Menebar manfaat semudah itu, kok!

Maka, malam ini saya konsistenkan diri saya untuk tetap menulis, semoga kalian juga. Terima kasih KMO!

Rate this article!
Tulisan Sebagai Media,5 / 5 ( 1votes )

Leave a Reply