Tulisan Penakluk Dunia

TULISAN PENAKLUK DUNIA

Yulia Nengsih

 

Selalu ada alasan untuk tidak menulis; tidak ada ide, menulis butuh bakat, tidak mood, tidak suka membaca, dan banyak lagi alasan klasik lainnya. Jika untuk tidak menulis saja ada segudang alasan lalu mengapa untuk menulis tidak kita putarbalikkan saja alasa-alasan tersebut. Saya ada beribu ide, saya sedang mood, saya harus membaca, dan lainnya.

Menjadi penulis bukanlah hal instan. Semua butuh proses yang intens. Kita tidak harus menunggu mood baik untuk bisa mulai menulis karena memang mood itu kita yang menciptakan. Mengeluhkan tidak ada ide untuk menulis sebenarnya hanyalah memenangkan diri kita yang terlalu malas untuk membaca. Menyerah sebelum memulai adalah karakter seorang pecundang; menyereah sebelum berjuang.

Membaca ibarat makan, apa yang kita makan maka itu yang kita muntahkan dan buang. Mustahil kita bisa memuntahkan anggur jika yang kita makan nasi. Begitu juga halnya dengan menulis, apa yang kita baca akan mempengaruhi tulisan dan ide penulisan kita. Mustahil kita bisa menghasilkan tulisan dahsyat jika yang kita konsumsi hanya bacaan-bacaan ringan.

Prolog diatas adalah ceramah singkat yang saya buat untuk menceramahi diri sendiri. Punya semangat saja tidak cukup tanpa memulai dan mengorbankan kemalasan dan seribu alasan tersebut jika memang ingin jadi penulis hebat. Saya punya cita-cita yang luar biasa untuk bisa menjadi penulis handal dan profesional namun saya juga sering menciptakan penjara-penjara dalam fikiran saya untuk melemahkan semangat tersebut. Saya punya ambisi menjadi novelis dan sekaligus penulis dengan analisis yang tajam. Namun sayangnya, usaha tak sebanding dengan cita-cita. (hehehe)

Mengetahui ada sebuah komunitas yang mendisplinkan diri saya untuk bisa menulis dengan batas deadline membuat saya jadi termotivasi untuk kembali menulis. Meskipun sebelumnya saya sudah memulai menuliskan berbagai hal baik fiksi maupun non fiksi namun saya sering berenti di tengah jalan karena tidak ada yang mengikat. Ikatan aturan seperti di komunitas menulis adalah strategi jitu untuk saya sebagai pemula untuk senantiasa membiasakan diri untuk menulis.

Menulis bagi saya adalah ibarat senjata. Saya takkan berani berperang di medan manapun jika tak membawa senjata apapun. Begitu juga menulis, saya yang mempunyai jiwa bertarung dan ingin menaklukkan dunia ini (hahaha) akan gampang sekali tumbang jika tak membawa perlengkapan dan senjata untuk bertarung. Saya ingin menaklukkan dunia dengan tulisan saya. Ada begitu banyak ketidakadilan dan kesewenangan di muka bumi ini yang mampu terjamah dengan fisik. Oleh karena itu, semoga apa yang saya mulai hari ini bisa membuahkan hasil seperti yang saya cita-citakan.

Apapun itu kendala yang kita ciptakan untuk memblock kreatifitas kita untuk menelurkan tulisan-tulisan bergizi mulai saat ini harus diabaikan. Menulis tidak butuh alasan yang melemahkan daya fikir kita. Jika ingin menempuh perjalan beribu kilometer bukankah kita harus memulai dengan langkah pertama.

 

Rate this article!
Tulisan Penakluk Dunia,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply