Tulisan – Dalam Jejak Sunyi

Ya, Ada apa dengan menulis? cuma rangkaian kata-kata. Setiap hari juga kita menulis. Menulis status di facebook, twitter dan path, iya kan!. Tapi ada apa dengan menulis kali ini?

Aku terdiam sejenak, blank tak ada ide. Maaf aku bukan orang yang bisa menerima ide-ide biasa. Tidak, bukan karena aku luar biasa, hanya melatih diri saja. Jawaban biasa dan rata-rata itu mainstream sekali. Jadi, kenapa kita harus menulis? begini menurut saya…

Setiap manusia memiliki hal yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan itu jika diambil positifnya, merupakan hal yang unik. Keunikan ini dimulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar secara keseluruhan. Beberapa propaganda mencoba menyeragamkan cara berpikir manusia. Tapi saya tidak akan bahas itu. Saya akan coba fokus, bagaimana akhirnya seseorang harus menulskan sesuatu.

Baiklah, dari keunikan yang saya sebut diatas, terkadang dapat terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kadang juga biasa saja. Kita sering mendengar kabar tentang petualangan ke atas gunung, liburan penuh misteri atau petualangan terdampar di tengah laut. Rasakanlah, semua keunikan dan pengalaman tidak setiap saat itu, hanya mampu menggelitik kuping dan sedikit otak kita. Tidak menyentuh adrenalin secara penuh.

Coba bayangkan jika semua pengalaman unik dan seru itu, dituangkan dalam sebuah tulisan yang detail dan menarik. Kita kemudian secara instan terlibat langsung dan merasakan seolah-olah ikut menjadi bagian didalam cerita. Dan entah bagaimana, kita yang membaca akhirnya merasakan sesuatu hal yang baru, penuh semangat dan bertambah pengetahuan.

Begitulah kiranya kehebatan sebuah tulisan. Ia mampu mengubah pembacanya. Seolah tercerahkan. Dan betapa sayangnya, jika puluhan atau bahkan ratusan pengalaman unik kita terbuang percuma begitu saja hingga akhir hayat kita, hanya karena tak ada rekam jejaknya disana. Maka tulislah satu hal yang unik tentang kita agar menjadi warisan dan rekam jejak, bahwa suatu ketika pernah hidup didunia ini sos0k unik yang biasa-biasa saja. Hanya bertahan hidup dan berlatih meuju kesempurnaan. Kita dalam sebuah tulisan. Maka menulislah, dan biarkan sebuah tulisan menemukan jalannya.

Medan, 16 Desember 2016.

Jejak Sunyi.

Rate this article!
Tags:
author

Author: