Topeng monyet menghibur atau menyiksa

TOPENG MONYET MENGHIBUR ATAUKAH MENYIKSA
Bismilah…
Selamat pagi kawan hihi… ternyata pas nulis artikel jam 05.00, artikel kali ini angkat mengangkat kisah Topeng monyet menghibur atau menyiksa. Kenapa saya angkat tema kali ini muncul ketika sepulang dari pasar kemarin banyak orang berkerumun sambil tertawa terpingkal-pingkal mengudang perhatian, saya bergegas turun dari kendaraan melihat sebenarnya yang terjadi. Ealah ternyata disitu sedang ada pertunjukan topeng monyet, memang sebenarnya pertunjukan ini sangatlah jarang sekarang. Tapi tidak tahu kenapa hari ini sangat ramai, “ apa yang saya lihat? Kerumunan kera sedang melakukan atraksi yang amazing bamget, dia melompat-lompat sambil membawa keranjang buah tapi tidak terjatuh.
Ada yang naik sepeda motor kecil sambil berputar-putar, berjalan diatas tali tidak terjatuh. Saya sempat tertawa-tawa tapi ada pandangan lain dipojok yang tidak mengenakan. Ada seseorang yang memegang seekor kera dengan dipukul-pukul karena tidak mau melakukan pertunjukan, kaki kera ditali sambil dipukuli. Saya segera menghampirinya dan bertanya” pak kenapa kera itu dipukuli? Jawabnya “ ini adalah hukuman dan cara melatih kera seperti ini” Saya terdiam termenung begini namanya hiburan atau penyiksaan disisi lain kita bisa tertawa lepas, dan sisi lain kita berdosa karena melakukan penyiksaan pada mahluk hidup. Tak adakah hukum yang mengatur tentang Undang-undang satwa ini,yang saya ingat ada Undang-undang Hukum Pidana {KUHP}tahun 1930 tentang pelarangan tentang kekejaman satwa.
“Sungguh tragis nasibmu demi makanan saja kamu harus berjuang seperti itu” ujarku sambil berlalu dari pasar itu.
Penganiayaan hewan seperti monyet ini bisa mendorong kepunahan spesies hewan untuk keperluan generasi mendatang. Dan disini peran pemerintah sangatlah besar dalam menanggulangi masalah seperti ini. Semoga terus disadarkan pemiliknya dan selalu sayang pada hewan peliharaannya, dan diharapkan pemerintah segera menanggulangi masalah ini bila ada aduan dari masyarakat sekitar.
Writter
Teratai

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply