Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan

Menyenangkan sekali ketika kita dapat berpergian ke suatu tempat yang enak dipandang, banyak orang lain juga yang berkunjung, banyak permainan, dan memberi kepuasaan diri karena telah berada di tempat itu. Begitu mengagumkan ciptaan sang Pencipta, mendamaikan hati, hingga kita punya kewajiban untuk menjaga keseimbangannya. Sungguh menyenangkan hati, apalagi perginya bersama orang-orang terkasih. Terasa tak masalah jika banyak rupiah yang mesti dikeluarkan dan banyak waktu yang mesti luangkan.

Namun, kesenangan itu kadang terganggu oleh hal-hal kecil yang tidak kita harapkan terjadi. Dalam perjalanan menuju tempat tujuan kita, apalagi jaraknya cukup jauh, kendala apaun bisa menghampiri kita. Memang seperti itulah hidup, kesenangan dan kesedihan selalu berdampingan.  Gangguan yang bisa kapan saja muncul ketika kita dalam perjalanan itu adalah mabuk perjalanan. Ya, mabuk perjalanan yang membuat tubuh kita menjadi sakit seketika, kepala jadi pusing, perut jadi mual, dan mata terasa enggan terbuka. Bisa jadi, keadaan kita dapat mengganggu kenyamanan teman sebelah kita bahka seluruh isi kendaraan yang kita tumpangi.

Tapi, jangan khawatir ya guys, janji Allah SWT pasti benar bahwa “setelah kesulitan akan ada kemudahan dan beserta kesulitan ada kemudahan”.  Mabuk perjalanan bukanlah suatu keburukan yang menjadikan kita malu untuk mengakuinya. Dulunya, saya juga oarang yang gampang mabuk dalam perjalanan. Mabuk perjalanan bisa diatasi dengan cara-cara tetrentu. Sebelum membahas cara mengatasi mabuk perjalanan, saya akan menceritakan dahulu pengalaman pribadi saya yang sering mabuk perjalanan.

Saya adalah anak desa, dilahirkan di desa dan dibesarkan didesa. Sebenarnya jarak rumah saya dan jalan raya tidak begitu jauh, hanya berjarak 2,5 km saja. Dulu, saat saya masih tercatat sebagai siswi Sekolah Dasar, kondisi kas rumah tangga orang tua saya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, jadi, saya dan saudara jarang diajak ke luar Desa. Setahun sekali itu sudah bersyukur bisa merasakan naik bus atau angkutan umum lainnya yang ada di wilayah kami. Sehingga, setiap kali bepergian selalu mabuk perjalanan. Saya sangat senang bisa merasakan mengendarai bus, namun terasa juga sangat menderita karena mabuk. Malu, ia, jadi ketahuan jarang berpergian. Apalagi mabuknya saya itu sampai muntah. Mengganggu sekali. Saya saja tidak nyaman, apalagi penumpang lainnya.

Pernah suatu hari, saat saudara laki-laki saya yang kedua mau melangsungkan akad nikah di wilayah pinggiran kota Palembang. Saya masih kelas enam Sekolah Dasar. Saya berangkatnya tidak bersama keluarga yang lain, kalau keluarga lain hari jum’at sudah berangkat tapi saya hari sabtunya, dijemput oleh saudara laki-laki saya yang pertama. Maklum, emang dari dulu rajin sekolah, tak ada alasan untuk libur sekolah kecuali sakit yang benar-benar tidak bisa berdiri. Sebelum dijemput kakak, saya sudah menyiapkan senjata agar tidak mabuk perjalanan, yang tetangga pernah sarankan saat saya mengeluh karena selalu mabuk perjalanan. Saya siapkan permen pedas, minyak angin, tiga batang korek api dan dua buah kantong kresek.

Seperti biasa, saya dan kakak tertua saya berangkat menuju tempat akad nikah kakak kedua saya mengendarai Bus Jurusan Prabumulih – Palembang. Kakak heran melihat saya tidak mabuk padahal sudah sampai di Timbangan. Dua kali ia ajak saya jalan, belum sampai Timbangan saya sudah dua kali muntah, bahkan baru sampai simpang Desa Lorok saya sudah muntah karena mabuk perjalanan. Melihat saya tidak mabuk, kakak langsung memberi saya semangat, hadiah atau penghargaan, kalau saya tidak mabuk sampai simpang “Muara Kelingi” maka, saya akan langsung diajak jalan ke Mall Internasional Plaza (IP), mall ngetop saat itu. Sepanjang jalan saya gunakan senjata ampuh yang sudah dipersiapkan. Yes, berhasil. Saya tidak mabuk. Jadi jalan ke Mall bersama kakak. Hanya satu senjata, Kantong kresek sebagai cadangan wadah muntah yang tidak terpakai.

Oke guys, selanjutnya kita bahas cara mengatasi mabuk perjalanan menurut pengalaman pribadi saya, terutama kendaraan roda empat karena kalau pakai sepeda motor saya belum pernah dengar ada yang mabuk saat mengendarainya, caranya yaitu:

Pertama, siapkan permen, sesuaikan dengan selera kita, mau permen pedas, asam maupun manis silahkan pilih. Tapi, jangan lupa untuk makan makanan berat saat hendak berpergian. Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong.

Kedua, jika kita tidak kuat dengan kendaraan yang menggunakan AC maka pada waktu-waktu yang aman buka saja kaca mobilnya agar udara bisa keluar masuk. Karena biasanya, bau yang ada dalam mobil mempercepat kita jadi pusing dan mual.

Ketiga, bawalah minyak angin atau obat sejenisnya, bau yang menyengat ini dapat mencegah mual dan pusing.

Keempat, bagi orang yang tidak suka permen, maunya pake pendingin mobil dan gensi bawa minyak angin, maka, bisa gunakan obat anti mabuk perjalanan. Gunakanlah sesuai aturan pakainya.

Kelima, jika memang keadaan darurat dan berbagai usaha telah dilakukan tapi tetap saja mabuk, mual dan pusing, maka bawalah kantong kresek sebagai antasipasi kalau kita muntah, muntahkan saja di kantong tersebut agar tidak menganggu penumpang lainnya. Buanglah kantong wadah munta itu di tempat yang aman. Jangan buang kantongnya tanpa melihat dulu ada kendaraan lain atau tidak, walaupun itu di lajur kiri jalan karena ada saja pengendara yang tetap bisa mendahului walaupun dari lajur kiri, kasiankan kalau ada yang terkena kotoran kita. Hehe.

Keenam, sering-seringlah berkendaraan. Benar kata pepatah, ala bisa karena biasa. Enam tahun saya naik kendaraan roda empat saat masa SMP dan SMA, setelah lulus SMA, saya tidak lagi mabuk perjalanan, baik kendaraan darat, laut maupun udara.

Inilah tips dari saya, kata orang tua dulu, tak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan saya, banyak retaknya, hehe. Jadi ingat pepatah, kalau kita mau seribu halangan menghadang akan kita hadapi, namun sebaliknya, jika kita tidak mau seribu alasan bisa kita buat. Oke guys, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Rate this article!
Tags:
author

Author: