TIPS MENEGUR AGAR TETAP AKUR

“ Berbicaralah kalian berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”

(QS.Thaha:44)

Menegur semestinya ada adabnya, menegur tanpa adab adalah sifat orang-orang yang sombong. Menegur kesalahan orang lain hendaklah dengan cara lemah lembut serta secara tersembunyi dan tidak terburu-buru. Sekirainya ada orang yang menegur kita di depan banyak orang, sebenarnya dia bukan menegur tetapi MENGHINA.

Seorang ulama berkata “Orang yang menegur saudaranya dihadapan khalayak ramai (walaupun dengan cara lemah lembut) seperti dia menelanjangi saudaranya.” Na’udzubillah. Kalau menegur dengan lembut aja kayak nelanjangin orang, menegur dengan kasar apalagi dong. Belum lagi dengan kenyataan bahwa zaman telah berubah menjadi lebih bebas dan terbuka. Dengan gampang kita akan menemukan status, komen atau apapun berseliweran di dunia maya, dari mulai kata yang paling lembut sampai yang paling kasar ada. Hati-hati jika hendak share info atau  komen atau buat status, bisa-bisa hanya karena jempol berakhir di jeruji lho…

Memang dalam hidup, perbedaan pendapat adalah masalah yang biasa, namun jangan sampai kita langsung membuat kesimpulan buruk dari perbedaan itu. Allah mengingatkan dalam surah Yunus ayat 36:

“ Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun”.

Oleh karena itu, jika ada kabar yang belum jelas dan bisa menimbulkan perbedaan seharusnya disikapi sebijak-bijaknya, tidak langsung menegur saja. Walaupun memang menegur orang bersalah itu merupakan tindakan yang amat diperintahkan Allah sekalipun. Ada 3 faktor yang telah digariskan islam dalam menegur:

  1. Tidak merendahkan ego orang yang ditegur
  2. Mencari waktu yang tepat
  3. Memahami kedudukan orang yang ditegur

Islam itu indah, tidak hanya menegur sesama muslim, bahkan menegur kesalahan non muslim pun telah Allah beri contoh dalam surah Thaha ayat 44 yang saya tulis di awal tadi. Nah, kalo ke non muslim bin zhalim macam Fir’aun saja Allah perintahkan kita untuk berkata lembut, masa iya kita menegur kesalahan sesama muslim dengan bahasa kasar? Pikirkanlah!

Ditegur atau diperingatkan atas kesalahan yang kita lakukan memang sama sekali bukan moment yang menyenangkan. Rasa malu, gengsi bahkan kadang sakit hati tak jarang menguasai fikiran kita setelah mendapat teguran. Tapi jangan salah, ternyata menegur itu lebih tidak enak daripada orang yang menerima teguran. Oh ya? Iya, karena ada beban tersendiri ketika harus memperingatkan dan mengungkapkan kesalahan orang lain. Makanya tidak heran jika muncul perasaan sungkan dan risih saat harus menegur orang yang salah, tapi kita harus tetap berani menegurnya.

Berikut ini tips menegur agar tetap akur…

  1. Kumpulkan Informasi Akurat

Dalam menegur seseorang, kita harus memiliki alasan dan informasi yang akurat, tanpa harus mencari-cari kesalahan orang lain, artinya menegur secara obyektif.

  1. Tegurlah Segera

Jangan menunda-nunda waktu untuk menegur, karena hal ini akan berakibat si pelanggar merasa itu bukan kesalahan dan kemungkinan akan dicontoh oleh yang lain.

  1. Lakukan Secara Personal

Ingatlah, jangan pernah menegur ditengah orang banyak dan dengan bantuan orang lain, lakukan empat mata, pilih tempat yang melindungi privasi, bersikaplah profesional, jangan mempermalukan orang tersebut didepan orang lain.

  1. Fokus Pada Persoalan

Teguran hendaknya jangan melenceng dari persoalan, artinya jangan menyinggung hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan masalah pokok, apalagi masalah pribadi. Selain itu jangan mengungkit kesalahan dimasa lalu.

  1. Dengarkan Pembelaannya

Beri kesempatan pada orang yang kita tegur untuk memberikan penjelasan, hal ini juga membantu dalam memecahkan persoalan dan memberikan solusi.

  1. Lakukan Dengan Tegas & Adil

Teguran harus dilakukan dengan tegas dan adil. Hal yang tidak kalah penting, dalam menegur tunjukkan sikap untuk membantu, bukan menghukum.

  1. Buatlah Komitmen Perbaikan

Bicarakan solusi yang yang dapat kita & dia lakukan untuk perbaikan kedepan, buat kesepakatan, tentukan batas waktu. Akhiri prosedur pemberian teguran dengan saling pengertian, kemudian lihat perbaikan yang dilakukan.

Selamat menegur dengan bijak, semoga bisa membawa perubahan kedepan, kearah yang lebih baik. Wallahu’alam.

 

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply