Tips Melerai Anak yang Bertengkar

Anak tumbuh makin besar. Seiring pertumbuhan mereka akan menimbulkan beberapa konflik dalam rumah. Terlebih jika jarak umur kakak dan adik cukup dekat. Tak ayal kadang terjadi petengkaran sengit diantara keduanya.

Sudah menjadi tugas orang tua untuk melerai anak yang bertengkar. Namun kadang anak sulit dilerai malah makin ditengahi pertengkaran makin menjadi. Jangan pusing dan malah ikut emosi berikut tips dari Koh dan Vicky Ho terkait melerai anak yang bertengkar.

  1. Tak perlu bertanya siapa yang memulai

Seringkali orang tua menanyakan siapa yang memulai pertengkaran. Tiap anak pasti tak mau disalahkan dan justru saling menuding. Akibatnya hanya mencari siapa yang memulai duluan adalah hal yang buang-buang waktu.

Jika orang tua khawatir pertengkaran akan mengarah pada adu fisik, maka orang tua perlu menjelaskan kekhawatiran yang dirasakannya. Kemudian lakukan diskusi buat aturan baru yang tertulis dan tempel di tempat yang mudah dilihat seperti di ruang tamu atau di dinding kulkas.

  1. Cepat ambil akar masalah

Apa penyebab anak-anak bertengkar. Cari tahu dengan menanyakan kepada mereka. Namun biasanya ada akar masalah yang mereka pendam dalam hati, misalna rasa tidak diperdulikan orang tua, kurangnya perhatian dan kasih sayang.

Maka orang tua perlu menunjukkan bahwa mereka masih memiliki perhatian dan kasih saying terhadap anak-anak dengan mangajaknya berkativitas di luar ruangan bersama-sama. Atau hanya sekedar berbelanja bersama membuat anak masih merasa dipedulikan.

  1. Kompak mengasuh anak

Kadang antara ayah dan ibu memiliki pola asuh yang berbeda. Ibu biasanya lebih lembut dan ayah biasanya lebih keras. Sebaiknya ayah dan ibu harus kompak dalam hal mengasuh anak. Seperti dalam hal menetapkan hukuman, karena jika tidak dikomunikasikan anak akan mencari perlindungan kepada salah satunya.

  1. Gunakan kata-kata damai

Jangan menyalahkan salah satu anak, atau hanya memarahi kakak saja. Orang tua harus menggunakan kata-kata damai dalam melerai anak. Kata-kata damai yang dimaksud adalah mengingatkan kepada anak bahwa mereka harus saling menyayangi. Tekankan juga bahwa semua pertengkaran ini bisa dibicarakan dengan kepala dingin.

  1. Ajarkan anak-anak untuk menyelesaikan masalahnya.

Jika kita melihat anak-anak mulai berdebat, cobalah mendekat agar mereka tahu bahwa anda mendengarkan. Tapi jangan menjadi penengah atau ikut campur di dalamnya. Biarkan anak menyelesaikannya sendiri.

Orang tua baru ikut campur ketika anak-anak sudah tidak dapat menyelesaikan konflik dan justru mengarah ke adu fisik. Ajarkan juga anak-anak untuk bernegosiasi di sekolah dan lingkungan rumah. Hindari kata-kata kasar dan menghina karena hal tersebut bisa menyakiti orang lain.

Berikan pujian kepada anak-anak ketika mereka bisa menyelesaikan masalah dan saling membantu.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply