Ternyata Pacaran Itu Asyik…(Selesai)

Aku cinta padamu, aku galak samo kau (sesekali pakai bahasa Palembanglah), I love you, sarang haeyo dan sarang – sarang yang lainnya. Ungkapan yang biasa dipakai untuk menyatakan cinta atau ketika mau menembak seseorang, terus kamulah belahan jiwaku, aku tidak bisa hidup tanpamu, kamulah tulang rusukku, maukah kamu jadi pacarku? Mauuu pake bangets. Pacaran sudah menjadi hal yang lumrah untuk saat ini dan bukan menjadi hal yang tabu lagi. Semakin bebasnya pergaulan anak muda zaman sekarang semakin mudah berjangkitnya virus merah jambu ini, bahkan sampai terjadinya hal – hal yang diharamkan oleh agama dianggap sudah biasa.

Seluruh anggota tubuh wanita itu adalah aurat, kecuali muka dan telapak tangan, yang seharusnya terjaga dari sentuhan laki – laki yang belum halal untuknya. Pada kenyataan begitu mudahnya seorang wanita untuk disentuh oleh seorang lelaki yang bukan mahramnya. Jika kita bicara tentang keperawan dalam arti luas, mungkin sudah berapa banyak wanita yang tidak perawan lagi. Keperawanan yang bukan hanya menitikberatkan pada (maaf) utuhnya selaput darah (Udah blak – blakan aja sekarang ini, gak perlu pake rahasia segala). Karena aktivitas – aktivitas pacaran saat ini sudah sangat tidak bisa ditolerir lagi.

Pacaran itu emang asyik, saking asyiknya hartamu yang paling berharga begitu mudah kamu gadaikan. Apapun yang terjadi virginitas seharusnya kamu pertahakan mati – matian. Tapi untuk zaman sekarang hal itu sepertinya tidak berlaku lagi, begitu mudahnya kaum hawa memberikan sesuatu yang seharusnya dia jaga dengan baik, hanya karena embel – embel janji manis, yang pada intinya cuma janji busuk yang digunakan demi melampiaskan nafsu para lelaki yang mau enaknya saja. Jangan harap kalian akan dinikahi, mau bertanggung jawab aja gak mungkin mau dia. Fakta ini bukan sekedar isapan jempol saja, terbukti tiap tahun remaja yang terlibat dalam seks bebas sebelum menikah angkanya semakin meningkat.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al Israa. ayat 32). Nah sudah jelas kan, intinya kamu putusin aja pacarmu. Gak usah pakai tapi – tapian, kalau gak dari sekarang nanti dia ingin begini, ingin begitu dan ingin banyak sekali kepadamu (kayak bolaemon jadinya, aku ingin begini aku ingin begitu aku ingin banyak sekali). Kalau niat kamu karena Allah dan untuk menjaga dirimu, udah putusin aja. Demi kesehjahteraan bersama dan keselamatan dunia dan akherat, mulai hari ini Say No to Pacaran and Say Yes to Nikah

Emang bener sih, kalau ngomongin pacaran gak bakalan habis – habisnya, Dunia serasa milik bertiga (kan yang ketiganya setan), jangan pura – pura lupalah. Gimana kalau pacaran ini kita tutup dengan menikah. Jika kamu sudah siap temui orang tuaku tetapi jika belum lebih baik kita memperbaiki diri lagi dan mencari ilmu sebanyak – banyaknya. Jika kita berjodoh Insyaa Allah kita bertemu di pelaminan. Ini baru emejing yang sebenarnya, (tunjuk jari siap datang untuk menemui orang tuamu).

 

author

Author: 

Leave a Reply