Maaf-3

Setiap anak punya kecenderungan masing-masing dalam menghadapi kawan mainnya
Mungkin jika Bunda punya anak lebih dari satu dan sudah bisa berkomunikasi suatu waktu akan menghadapi diantar mereka saling berebut mainan atau berebut perhatian
Tentunya Bunda tidak akan bisa menghindari yang namanya pertengkaran ini, apalagi ananda ada yang masih berada di masa egosentris yang tinggi
Gapapa Bun, kita cuma nyiapin diri untuk rela mendengar tangisan mereka dan percekcokan mereka yang rada berisik
Mungkin saatnya Bunda menjadi pendengar setia akan apa yang sedang mereka rasakan
Jika cekcok ini terjadi, saatnya mengajarkan minta maaf dan memaafkan, mengajarkan tentang memberikan kasihsayang kepada saudaranya
Jangan langsung menghentikan tangisnya, namun biarkan dia selesaikan dulu tangisannya baru kemudian coba Bunda ajak ngobrol
Bunda luruskan apa yang menjadi pemikirannya, akan banyak hal dasar yang mereka perlukan meski itu hanya arti dari memberi dan menerima
Arti tentang bagaimana harus memperlakukan apa yang dihadapan yang dianggapnya salah padahal tidak
Mereka sedang belajar konsep mana untukku dan mana untukmu
Alhamdulillah salah satu anak saya termasuk anak yang mau mengungkapkan apa yang di mau nya, meski kadang lucu juga ternyata alasannya
Sederhana namun karena ego nya akhirnya kesulitan untuk bisa menerima perlakuan kakaknya
Tapi menurut saya itu bagian dari proses untuk sama-sama belajar

Secara tidak langsung saya juga harus belajar mendengar dan mempending pekerjaan hanya karena seolah menyelesaikan yang sepele, mendamaikan 2 anak saya
Tapi bagi saya ini bukanlah hal sepele yang dengan cara instan bisa diatasi, saya ikuti prosesnya meski tidak cukup sekali dua kali selesai
Inilah kelak jadi cerita mereka setelah dewasa, ternyata persaudaraan penuh warna tanpa meninggalkan luka, Aamiin

#Maaf-memaafkan
#Sahurkata
#KMO10

Rate this article!
Maaf-3,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply