TERIMAKASIH

TERIMAKASIH

“Huaaa”
terdengar suara tangisan dari sang adik
” adik kenapa”? tanya ibu,
“itu mas nya, ngasihnya cuma dikiit”
” Alhamdulillah ya, mas sudah mau berbagi, meski sedikit kita syukuri yuk dik,
“coba bilang terimakasih”

Akhirnya memang ga ada keluar kata terima kasih dari sang adik 🙂

Itu beberapa dialog yang tadi pagi sempat terekam. Ternyata untuk mengajarkan kalimat
terimakasih kepada anak bisa dari hal-hal yang biasa kita temui sehari-hari

Pelajaran yang coba bisa kita ambil adalah ternyata, kalimat terimakasih itu sulit keluar
manakala hati kita sedang didominasi oleh perasaan sedih, marah, kecewa ataupun yang
negatif-negatif yang lain

karena sejatinya hati itu tidak bisa dihuni oleh emosi yang berlawananan (negatif dan
positif) buktinya, coba kita senyum lalu teriaklah sambil marah-marah. Bisa?

Maka sebenarnya saat diri kita belum mampu mengucapkan kata terimakasih, kita coba baca
lagi kondisi hati kita, apakah sedang dalam keadaan sedih, marah, kecewa, bimbang, ragu,
khawatir dan keadaan negatif yang lain?

Karena terimakasih itu hanya bisa kita ucapkan saat hati kita bahagia dan bersyukur.
Terimaksih itu bukan tentang sebatas kata-kata saja namun lebih dari itu. Dan terimakasih
itu kita peruntukkan kepada sesama manusia

Kalau hati ada yang belum tuntas dibersihkan dari perasaan negatif akan sulit mengeluarkan
kata terimakasih ini

Jadi ternyata belajar mengucapkan kalimat terimakasih itu musti mau menerima yang
diberikan meski itu sedikit bagi kita

Kalau dalam Al Qur’an surat Ibrahim 7 barangsiapa bersyukur maka akan ditambah nikmatnya
oleh Allah

Bisa jadi untuk mengucapkan syukur Alhamdulillah pun kita musti menyadari nikmat apa saja
yang telah dikaruniakan kepada kita. ternyata di ayat yang lain dikatakan maka nikmat yang
telah dikaruniakan itu tidak dapat dihitung

lalu pertanyaannya, kenapa terkadang kok masih ada rasa putus asa ya? gapapa, berarti itu
tandanya hati masih peka, karena ketika kita sadar ada yang salah maka titiknya bukan pada
penyesalan atas kesalahannya saja, namun membuktikan dengan memperbaiki diri sebagai wujud
syukur kita telah ditunjukkan satu kesalahan

Jadi bukan seberapa banyak kita salah, namun seberapa banyak kita memperbaiki kesalahan
itu sehingga jika ada satu kesalahan bisa kita tuntaskan maka akan ada ujian yang lain
yang juga harus kita selesaikan

Manusia tidak ada yang sempurna, inilah saatnya membuktikan ada pertolongan Allah pada
setiap ujian yang dihadirkan ke kita
Semangat..

#Sahurkata

#KMO02

Rate this article!
TERIMAKASIH,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply