Terhalang Sepeda Motor

Terhalang Sepeda Motor

 

Pada sabtu 7 Januari 2016 wilayah kegiatan dan perjalanan hari ini adalah kecamatan Indralaya yang jaraknya lebih kurang 20 KM dari rumah saya. Rangkaian perjalanan dan kegiatan saya dengan seorang teman saya  pada hari ini berjalan lancar dan sesuai rencana.  Kegiatan dari pagi hingga sore kami lalui bersama dengan penuh semangat seperti kegiatan dan perjalanan yang biasa kami lakukan berdua dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.

Pagi hari saya berangkat pukul 07:30 dari rumah menuju lokasi kegiatan pertama dan kedua yakni Tanjung Senai sebagai pusat perkantoran terpadu Kabupaten Ogan Ilir. Di temapat ini saya diundnag sebagai guru. Saya sanagt bersemangat akan mengahadiri acara rapat paripurna istimewa  DPRD bersama masyarakat ini dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Ogan Ilir yang ke-13. Karena acara ini lain dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya diadakan dilapangan terbuka dan tanpa tenda untuk upacara. Ribuan orang hadir dalam acara ini. Bangga sekaligus haru menyaksikannya, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Kegiatan ditutup pukul 11: 30 yang diakhiri dengan makan bersama. Saya tidak bisa ikut makan bersama karna harus menuju tempat pelaksanaan kegiatan kedua, yakni, pembagian ijazah Sekolah Guru Indonesia yang diadakan Dompet Dhuafa. Lokasinya tidak jauh dari kegiatan pertama karena masih dalam satu kawasan. Hanya beda gedung.

Setelah solat dan makan, saya dan teman lanjut pada kegiatan berikutnya yaitu silaturahim dan temu kangen dengan teman-teman di rumah Qur’an Baitul Maqdis Indralaya, maklum setelah dua pekan libur sekolah.

Menjelang ashar kmai berdua langsung menuju pada kegiatan selanjutnya yakni silaturahinm ke rumah teman di Timbangan karena beliau baru pulang dari wisata religi bertamu ke rumah Allah SWT, umroh bersama keluarganya.  Perjalanan selesai, kami berdua pisah untuk kembali ke rumah masing-masing, namun sebelum bubar kami merencanakan agenda esoknya untuk kegiatan dan perjalanan ke Palembang. Pukul 17: 15 saya tiba di rumah, Alhamdulillah lega, sekali keluar rumah empat kegiatan bisa dilaksanakan.

 

Ahad, 8 Januari 2016. Pagi-pagi pukul 08.30 semua kegiatan rutin di rumah pada hari libur telah selesai dijalankan. Sesuai perjanjian saya dan teman saya akan bertemu pukul 09:00 di Timbangan. Saya dari rumah berangkat mengendari angkutan umum menuju timbangan, karena tujuan kegiatan dan perjalanan hari ini adalah Palemabang maka saya dibonceng teman saya dari timbangan pulang perginya, maklum saya belum berani mengendararai sepeda motor sendiri dengan jarak yang cukup jauh.

Pukul 09:15 saya tiba di Timbangan, saya kira teman saya sudah menunggu di lokasi janjian tapi beliau tidak saya temukan. Saya cari posisi nyaman dan teduh, saya duduk dan mulai menghubunginya. Telpon tidak diangkat. Sms tidak dibalas. Facebook dan bbm tidak aktif. “kemana dia, ada apa ini” gumam saya, “mungkin masih di jalan”. Saya putuskan menunggunya sambil berselancar di media social. Satu jam lebih tetap tak ada kabar. Padahal kegiatan hari ini telah direncanakan dengan baik pada hari sebelumnya. Pertama kami akan silaturahim dengan guru SD saya Umi Siti Rahayu di Lorong Tajur Kertapati, setelah itu besuk teman yang lagi dirawat di RS. Muhammad Husein dan terakhir ke Perumahan OPI untuk menemui pimpinan Mujamma’ Ulfah Group yang menyubangkan buku Bahasa Arab untuk siswa MI Syafa’atut Thulab.

Akhirnya teman saya bisa dihubungi setelah dua jam menunggu, kabar mengejutkan saya dengar,  ada masalah dengan sepeda motornya. Kalau mau menggunakan sepeda motor saya tidak mungkin karena saudara saya yang menggunakan. Teman saya juga sudah usaha mencari pinjaman sepeda motor tapi tidak didapatkan. Keputusan bersama kami ambil kalau perjalanan hari ini dibatalkan. Masing-masing kami kecewa, kami rasa sudah direncanakan dengan baik namun masih ada yang belum kami terlupakan.

 

Dari cerita di atas, pengalaman pribadi saya dua hari sebelumnya. Bahwa persiapan dalam segala hal yang berhubungan dnegan kelancarannya perjalanan harus disiapkan dengan baik. Karena perjalanan erat kaitannya dengan persiapan dan perencanaan yang baik. Benar jika ada pepatah yang mengakan gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan.

 

Desa Bakung dipagi hari sebelum berangkat sekolah, 9 Januari 2016

#SarapanKataKMO01

#1000Penulismuda

#KMOIndonesia

 

Rate this article!
Terhalang Sepeda Motor,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: