TEMBOK YANG BERBICARA

Tembok yang Berbicara

Tembok itu biasanya sepi, polos, kalaupun ada pajangan berupa gambar atau hiasan, hanya ada di beberapa sisi. Itupun dengan komposisi yang biasa-biasa saja. Bahkan kalau boleh dibilang, tidak menarik, tidak memiliki nilai seni, tidak matching, kata anak-anak.

Itu sih, kemarin. Sepekan yang lalu. Masa lalu. Hari ini, semua itu tidak ada lagi. Semuanya berubah. Ya, berubah 180 derajat. Tembok yang sebelumnya sepi itu kini dipenuhi dengan gambar, display huruf-huruf yang bertuliskan nama kelas, plus kata-kata motivasi pembangkit semangat. Semuanya seolah-olah berbicara menyambut siapapun yang datang. Siapapun yang masuk ke kelas itu pasti berkata, “W o w !!!”  serasa berada di dunia yang berbeda. Beberapa guru setelah masuk ke ruangan itu mengabarkan berita ini kepada guru yang lain.

“ Bu, sudah pernah ke kelas putra?” tanya seorang ibu guru.

“ Belum. Ada apa memangnya?” Jawab guru yang lain.

“ Coba deh, ke sana. Setelah itu, kasih testimoni, ya!”

Guru-guru yang lain jadi penasaran. Beberapa di antaranya mengikuti saran ibu guru tadi. Sekembalinya dari sana, hampir semua berkomentar senada, “ Kereeen..!”

Ternyata bukan hanya tampilan kelasnya yang berubah, tapi juga anak-anak di dalamnya. Kelas itu dulunya dikenal sebagai kelas yang paling dihindari oleh hampir semua guru. Salah satu penyebabnya karena siswanya laki-laki semua. Beberapa di antara mereka sering jadi langganan tim Kesiswaan karena melanggar aturan sekolah. Bahkan pernah ada ibu guru yang dibuat menangis ketika mengajar di kelas itu. Horror…!

Kini, semuanya tidak lagi sama. Kelas itu tidak lagi horor seperti dulu. Siswanya berubah jadi ramah dan manis-manis. Ketika diminta mengerjakan tugas, mereka berusaha menyelesaikan dengan baik. Yaah, meskipun masih ada satu dua orang siswa yang agak tertinggal. Tapi sebagian besar sudah menunjukkan perubahan yang signifikan dari sebelumnya. Itu sudah luar biasa! Siapa sebenarnya arsitek di belakang kejadian ini? Tidak lain adalah wali kelas. Ya, sejak awal semester, kelas ini mendapatkan wali kelas baru.

Kesungguhan wali kelas untuk merubah imej sebelumnya yang terkesan kurang baik menjadi lebih baik, dibuktikan dengan ketekunannya untuk merancang display kelas yang menarik. Dia rela untuk mengorbankan hari liburnya demi mem-branding kelasnya. Dia berhasil!

Dalam ilmu pendidikan, display kelas itu sesuatu yang mesti ada di kelas. Display bukanlah pajangan mati yang sekedar jadi hiasan tembok. Display kelas memiliki pengaruh besar dalam membangun karakter siswa. Display kelas adalah sarana belajar siswa. Penataan yang rapi dan menarik akan berpengaruh pada suasana kelas. Bahkan kenyamanan juga dapat dipengaruhi oleh penataan display.

Display itu kebutuhan otak (Munif Chatib, 2014).  Display  merupakan suatu media yang digunakan untuk memberikan informasi penting sebagai penunjang pembelajaran. Makanya harus dibuat dengan menarik, penuh warna yang serasi dan gambar yang akan menjadi santapan otak.  Penataannya pun membutuhkan sentuhan seni dan kreatifitas agar indah dipandang.

Andai saja semua guru bersungguh-sungguh memperhatikan display kelasnya, tentu tidak ada lagi tembok kelas yang sepi dan polos. Tidak ada lagi kelas yang beku, karena dengan display,  kelas kita akan hidup.

Rate this article!
TEMBOK YANG BERBICARA,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply