Talk Less, Do More

Bertindak itu lebih baik daripada hanya berbicara. Banyak kerja itu lebih penting daripada banyak bicara. Jangan menyalahkan pernyataan seperti ini. Yang kemudian mengartikan bahwa berbicara itu tidak penting dan tidak ada gunanya. Artinya, jika pekerjaan yang memang membutuhkan banyak tindakan, maka tidak seharusnya kita lakukan dengan banyak berbicara.

Kalau memang pekerjaan itu membutuhkan banyak bicara, ya jelas tindakan itu berupa pembicaraan itu sendiri. Misalnya, penyiar berita, reporter, dan sebagainya. Pekerjaan mereka diwujudkan dengan banyak berbicara didepan publik.

Suatu pekerjaan bisa terwujud dan menghasilkan sesuatu kalau dilaksanakan, dikerjakan, tidak hanya dibicarakan. Kecenderungan psikis kita dalam menghadapi pekerjaan adalah memperbanyak kata-kata dan minus tindakan.

Sebuah ide atau gagasan tidak cukup dibicarakan dan diperdebatkan, melainkan harus diperinci lagi untuk diimplementasikan ke dalam sebuah kenyataan. Sungguh naif, jika ada orang yang kerjanya cuma ngomong sampai berbusa tapi malas bekerja. Kerja satu-satunya adalah ngomong.

Mari berpikir sudah berapa ribu kata yang kita ucapkan tiap hari, tiap minggu, bulan dan tahun. Dan baru berapa persen yang kita lakukan dari kata-kata itu. Mulai sekarang jangan banyak berkata-kata, mari perbanyak tindakan. Kita tidak dilihat dari omongannya, melainkan tindakannya. Talk less, do more!

Rate this article!
Talk Less, Do More,5 / 5 ( 1votes )