Tak Kenal Maka Ta’aruf Part 2

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas mengenai bagaimana ketika ada seseorang yang berniat untuk berta’aruf dan tak kenal maka ta’aruf. Kali ini saya akan melanjutkan pembahasan Tak Kenal Maka Ta’aruf Part 2.

Dalam pembahasan yang pertama kita sudah membahas mengenai proses ta’aruf dan lain sebagainya. Kali ini ijinkan saya untuk menjelaskan apa sihh tujuan dari ta’aruf?

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekadar curi-curi pandang atau melihat fotonya. Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung, bukan melalui media foto, lukisan, atau video. Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat. Tujuan ta’aruf adalah untuk mengetahui dan saling mengenal satu sama lain. Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu’anhu bahwasannya dia akan melamar seorang wanita maka Nabi Muhammad pun berkata kepadanya “Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan di antara kalian berdua.” (HR. Bukhari Muslim).

Kemajuan teknologi informasi berdampak pada semakin maraknya media sosial di dunia maya. Tidak sedikit orang iseng yang menggunakan profil palsu yang tidak menggambarkan profil diri sebenarnya. Ajakan ta’aruf pun bisa saja disampaikan sosok palsu tersebut dengan tujuan penipuan, atau sekadar iseng. Dengan adanya aktivitas nazhar ini (melihat pihak yang berta’aruf ), kondisi fisik masing-masing pihak yang berta’aruf dapat diketahui dengan jelas.

Sosok yang dikenal di dunia maya bisa dibuktikan keberadaannya dengan aktivitas nazhar ini, bukan sekadar sosok yang punya nama namun tanpa rupa, libatkanlah orang ketiga dalam aktivitas nazhar ini untuk menghindari modus penipuan dan keisengan dari orang asing yang dikenal di dunia maya.

Kriteria dalam memilih pasangan hendaknya memperhatikan empat hal, yaitu karena hartanya, nasab, kecantikan, dan agamanya. Seperti dalam sebuah Hadits:“Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam pencarian sosok yang dijadikan target ta’aruf, kriteria agama menjadi syarat utama yang tidak bisa diganggu gugat. Kriteria lain boleh macam-macam sesuai selera, namun terkait kriteria agama haruslah yang baik agamanya. Baik agamanya bisa dilihat dari dia yang seorang Muslim/Muslimah, tidak meninggalkan ibadah wajibnya, memiliki akhlak yang baik, serta memiliki semangat untuk terus berubah menjadi baik.

Sebagai orang tua hendaknya jangan menolak ketika ada seorang laki- laki yang datang menemui kita meminta restu untuk berta’aruf dengan puteri kita maka terimalah dengan terbuka jangan acuh atau cuek, dalam sebuah Hadits mengatakan “Bila seorang laki-laki yang kau ridhai agama dan akhlaknya meminang anak perempuanmu, nikahkanlah dia,,(HR.Tirmidzi). Oleh karena itu, kita hendaknya memilih dan melihat menurut agamanya agar bisa mengantarkan kita kepada Syurga Allah Swt. Aamiieen!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: