Surat Untuk Kekasih Suamiku

Hai apa kabar?  Semoga kamu sehat dan bahagia.

Perkenalkan, aku adalah istri dari lelaki yang sedang bersamamu. Lelaki yang kamu cintai dan telah membuatmu bahagia setahun terakhir ini. Aku jadi ingat, aku pernah merasakan kebahagiaan itu. Kebahagiaan menjadi wanita yang dicintai dan mencintai. Tapi itu sudah lama sekali, dan aku tidak tahu sejak kapan kebahagiaan itu mulai hilang. Aku terlalu sibuk dengan anak-anakku yang masih sangat membutuhkan perhatianku.

Tapi sekarang, aku rasa kebahagiaan itu sudah menjadi milikmu ya?

Oh ya, maksud suratku ini bertujuan untuk meminta kembali suamiku. Bukan untuk meraih kebahagiaanku lagi, tapi untuk kebahagiaan anak-anakku. Mereka masih membutuhkan ayahnya, mereka merindukan ayahnya. Setahun belakangan ini mereka kehilangan sosok ayah yang mereka banggakan dan mereka cintai. Aku memohon suamiku kembali, bukan karena aku seorang istri yang butuh cinta. Tapi sebagai ibu yang ingin anak-anakku bahagia. Kelak nanti kalau kamu memilikinya, kamu akan mengerti bagaimana pengorbanan seorang ibu untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Di surat ini juga aku memohon maaf untuk suamiku yang sudah membuatmu jatuh cinta padanya, dan ingin memilikinya. Pasti perhatiannya, keromatisannya, dan hadiah-hadiah kejutan yang dia berikan padamulah yang membuatmu jatuh cinta. Karena itulah yang aku rasakan dulu, 11 tahun yang lalu. Ah ini semua salahku, mungkin karena aku tidak lagi menarik. Aku terlalu fokus dengan anak-anak sampai tidak memperhatikan penampilannku. Atau mungkin karena aku sudah tua yaa? Sedangkan kamu masih muda dan cantik.

Sekali lagi aku memohon padamu, untuk mengembalikan suamiku. Bukan untukku, tapi untuk anak-anakku. Kamu wanita dan aku wanita. Jika dia bisa berpaling dariku karena aku sudah tua dan tidak menarik lagi, tidakkah kamu berfikir dia akan meninggalkanmu kelak? Karena kecantikan fisik itu tidak ada yang abadi.

Maafkan aku karena meminta suamiku kembali. Pasti kamu merasa berat untuk melakukannya, aku tahu cintamu besar untuknya. Pasti akan terasa sakit jika kamu melepaskan suamiku, untuk kembali pada keluarganya. Tapi percayalah jika kamu mau berbaik hati mengembalikan suamiku, kamu sudah menyelamatkan hati dua anak yang tak berdosa. Kalau hatiku sudah terlanjur hancur, tak bisa diselamatkan lagi. Walau kamu mengembalikan suamiku, hati ku sudah terluka, hatiku sudah hancur. Tapi tidak apa-apa, aku tidak akan menyalahkanmu, karena ini semua salahku yang tidak bisa menjaga suamiku, dan salah suamiku yang sudah membuatmu jatuh cinta padanya.

Salam Sayang

Dari istri lelaki yang kamu cintai

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply