SUDAHKAH KITA BERCERMIN HARI INI?

Sejenak ..
Sejenak saja, dalam waktu luang kita, Dalam Ramadhan ini,
.
Perhatikan sekitar kita,
Mungkin disana ada seseorang yang duduk dipinggir trotoar, lengkap dengan sol sepatu didepannya.
Menunggu untuk mendapat seseorang yang membutuhkan jasa membersihkan sepatu. Sehingga dia bisa menambah beberapa ribu rupiah pendapatannya hari ini untuk bisa dia bawa pulang kerumah untuk anak istrinya.
.
Perhatikan sekitar kita,
Mungkin disana ada, seseorang yang masih memulung sampah-sampah Plastik, mengorek-ngoreknya sambil lalu membawa seorang bayi di punggungnya. Dan berharap masih ada banyak sampah plastik yang bisa di pungut untuk menambah penghasilan demi anaknya.
.
Perhatikan disekitar kita,
Mungkin disana, ada seorang anak jalanan yang berteriak-teriak di perempatan lampu merah untuk menjajakan korannya yang blum juga habis didekapannya. Sembari melambai-lambaikan koran yang ia jual, berharap selalu ada orang yang masih membutuhkan Koran-koran yang dijualnya.
.
Perhatikan,
Yah perhatikan saja sejenak, tak usah kita bertingkah membantunya jika tak mampu atau masih berat hati. Setidaknya, Renungkanlah bahwa mereka sungguh tak seberungtung kita.
.
sejak pagi kita masih bisa bangun dari tempat tidur yang kasurnya empuk, kamar yang hangat tanpa nyamuk atau mungkin ber-AC.
Lalu, setelah itu kita bisa menikmati segarnya air mandi tanpa kesulitan apapun. Dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Tanpa hatus takut apa yang akan kita makan untuk berbuka nanti.
.
Mereka?
Sebagian dari Mereka ada yang bangun dari alas dipan dari kayu, ada juga dari bambu, bahkan dari alas kardus yang hanya di gelar diatas tanah saja.

dikamar yang penuh dengan tumpukan-tumpukan kain lusuh yang sudah tak layak pakai namun masih sayang tuk mereka buang.
.
Ah, untuk mandi ?
Ada yang harus mengantri berjam-jam di toilet umum,
Ada yang harus mengangkut air berkilo-kilo jauhnya,
Ada yang bahkan jarang mandi karena memang tidak ada air yang mecukupi.

Ah Kawan, Sudahkah Kita benar-bercermin?

Dari seorang Ayah Tukan Sol sepatu,

Dari seorang anak penjual Korang di perempatan,

Dari seorang ibu Pemulung sampah plastik,

——-

Ini hanyalah segelintir cermin kehidupan dari ribuan bahkan jutaan ribu penderitaan yang ada dihadapan kita.

Hidup ini Miris kawan ..

Semiris kesombongan kita atas kealpaan untuk tetap terus Lebih bersyukur sejadi-jadinya ..

Sudahkah Kita Bercermin?

Rate this article!
Tags:
author

Author: