Sudahkah Anda Mengucapkan Pujian pada Anak Hari Ini?

Beberapa hari yang lalu anakku yang no 2 Rayhan pulang dengan senyum mengembang. Di lehernya terkalung sebuah medali perunggu dan selembar sertifikat. Dia baru saja menyabet  “SQUARE -1 3rd WINNER  “ pada JAWA TIMUR OPEN RUBIK’S CUBE.  Kami semua menyambut gembira kepulangannya . Adiknya, Rafa malah meminta-minta agar medalinya boleh dikalungkan juga pada lehernya dan dia terlihat sangat bangga dengan prestasi Aa nya.  “ Waah..hebat Rayhan. Anak mama memang pinter! “ ujarku sambil kukecup pipinya. Suamiku ikut menimpali, “ Waaah Rayhan selamat yaa..!, Rafa kasih selamat dong sama Aa! ” Mereka bersalaman dan minta difoto bareng berdua. Senangnya melihat mereka saling rukun dan penuh semangat.

Ya, ketiga anakku memang senang berkompetisi. Meskipun bidang mereka tidak ada yang sama satu sama lain. Si sulung Reza, sangat menyukai Science. Sejak SD hingga kuliah berbagai puluhan lomba telah diikutinya dan berbagai penghargaan telah diraihnya. Mulai dari tingkat Kota, Provinsi, Nasional hingga Internasional. Anakku yang no 2 Rayhan, dia tidak mau mengikuti jejak kakaknya. Dia lebih menyukai Bahasa Inggris. Dia senang mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris, lomba memasak di Pramuka, paduan suara dan yang terakhir dia menggandrungi rubik. Sedangkan si bungsu Rafa, dia memiliki kecerdasan Verbal  Linguistik. Dia pandai bersilat lidah dan menyusun kata-kata. Perbendaharaan katanya mengagumkan untuk anak umur 7 tahun. Dia menyukai drumb band.

Semua anak-anak mempunyai kecerdasan dan potensi masing-masing. Ada yang memang sudah menonjol terlihat sejak kecil tetapi ada juga yang harus dirangsang agar potensi dan bakat yang dimilikinya terasah.

Anak-anak kami sudah punya potensi masing-masing. Kami sebagai orangtua hanya perlu memompa semangatnya saja dan terus memberi mereka motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi. Sejak kecil , aku dan suami terbiasa memberikan kata-kata pujian kepada anak. Sekecil apapun kemajuan yang mereka peroleh. Kata-kata pujian itu ibaratnya “Magic Words”. Dia bisa mengubah apapun yang tidak mungkin menjadi mungkin. Pujian adalah kata positif yang mungkin kadang terlupa diucapkan oleh orangtua. Padahal efeknya sangat luar biasa. Sama halnya dengan kata beracun ( Toxic Word ) yang jika diucapkan sama dengan doa, begitu juga dengan kata positif .

Misalnya :

Bila anak berbuat salah -> Gak apa-apa semua pernah berbuat salah, tapi kamu berusaha tidak mengulanginya lagi ya? Mama tahu kamu pasti bisa berubah

Bila nilai ujian jelek-> Ahh..nilai kamu cuma kurang sedikiiit lagi. Kalau kamu lebih rajin lagi pasti nilainya tambah bagus. Yuk, belajar lebih giat lagi..

Bila anak tidak mampu mengerjakan sesuatu -> Ayo, mama tahu kamu pasti bisa. Kamu kan anak pintar dan pantang menyerah. Yuk, kamu coba lagi…

Seperti itulah kira-kira kalimat positif yang yang seharusnya diberikan kepada anak untuk memacu semangatnya. Juga pujian seperti : anak yang pintar, anak yang rajin, anak yang hebat dll. Kalimat seperti itu yang diucapkan berulang akan tertanam dalam otak anak sehingga dia termotivasi untuk berbuat seperti kalimat tersebut. Biasakanlah memberi pujian yang tulus kepada anak dan nantikan perubahan positif yang luar biasa pada dirinya.

Jadi untuk para orangtua,  jangan pelit memberikan pujian pada anak yaa….

salam,

Tita Dewi Utara

KMO 07

Sarapan Kata ke 25

 

 

Tags:
author

Author: