SUDAHKAH AKU MENGAMBIL PELAJARAN DARI PENGALAMAN ?

Banyak kisah di sekitar kita yang bisa menjadi pengalaman untuk kita menjadi lebih baik, atau bahkan kisah kita sendiri. Pepatah lama mengatakan “experience is the best teacher, pengalaman adalah guru terbaik”, namanya guru pasti selalu memberikan pelajaran. Jadi semua yang kita alami adalah sebuah pelajaran, tergantung kita memahaminya. Kadang kita gagal, ditipu oleh orang yang kita percaya, dikhianati oleh sahabat yang sudah seperti saudara sendiri. Semua itu adalah guru bagi kita, ambil pelajaran darinya dan jadilah kita manusia yang lebih baik setiap harinya. Hal ini bisa kita lihat dari kisah si A pada tulisan saya sebelumnya. Ia mampu menjadikan pengalamannya sebagai pelajaran, ia sudah merasakan bagaimana tidak nyamannya saat dikucilkan dari pergaulan, bagaiman sakitnya dihina karena kita memiliki kekurangan sehingga ia mampu menghargai orang lain dan memperlakukan mereka secara adil. Sedangkan teman-teman yang pernah menghinanya, apakah saat ini mereka menjadi manusia yang lebih baik ? Belum tentu. Mungkin mereka jauh lebih buruk dari, tapi bukan itu yg ingin kita jadikan pelajaran. Manusia semua sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah derajat taqwanya, lantas apa yang membuat kita harus meras lebih baik dari orang lain hanya karena kelebihan fisik, harta dan kedudukan? Lebih tidak pantas lagi jika dengan apa yang kita miliki itu membuat kita merendahkan orang lain.

Itulah guru, kadang memberikan pelajaran yang dianggap sulit bahkan terkesan menyiksa bagi siswanya. Akan tetapi siswa yang mampu menyelesaikan pelajaran itu akan menjadi lebih baik dihari esok. Ia akan lulus dan mungkin saja suatu saat ia juga akan menjadi guru bagi orang lain.
Pengalaman itu diberikan oleh Allah bisa dalam bentuk kebahagiaan, sedih yang mendalam, kegagalan dan berbagai masalah yang terkadang kita merasa tidak sanggup menjalaninya. Akan tetapi, orang beriman selalu punya kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya. Kenapa? Karena mereka percaya akan janji Tuhannya.

“Allah tidak memberbani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……” QS. Al-Baqarah ayat 286.

Kita harus yakin bahwa seberat apapun beban yang sedang menimpa, pasti kita sanggup untuk menyelesaikannya. Seperti itu janji Allah kepada orang yang beriman dan menyandarkan semua permasalahan yang dihadapi kepada-Nya.
Selain itu, akan selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kita. Saat kita gagal, Allah ingin mengajarkan kita arti sebuah perjuangan. Ketika kita dilanda kesedihan Allah ingin kita memahami makna kebahagiaan. Jadi seperti apapun kondisi yang menimpa kita jangan pernah jauh dari Sang Pencipta karena dekat dengan-Nya akan membuat orang yang penakut jadi berani, orang yang sering berbohong akan senantiasa berkata jujur dan orang yang lemah akan menjadi kuat.

Tags:
author

Author: