Sudahkah aku bersabar dalam doa? 2

Doa adalah permintaan atau permohonan kepada Allah. Di dalam doa kita meminta agar diberikan apa yang menjadi hajat kita. Seseorang yang berdoa berarti mengakui adanya Zat yang maha mengabulkan permohonan, meminta kepada-Nya dalam kerendahan. Berdoa merupakan perintah-Nya dan Allah berjanji akan mengabulkannya.
“Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian.” (QS. Ghafir ayat 60)
Dalam berdoa dibutuhkan keikhlasan, ikhlas semata-mata berharap kepada-Nya, ikhlas jika apa yang kita minta masih ditunda oleh-Nya. Berdoa bukan hanya sekedar mengangkat tangan dan meminta agar harapan kita dikabulkan, tetapi berdoa merupakan wujud penghambaan kita kepada Allah. Kita berdoa dengan menyucikan Allah dan mengakui kelemahan pada diri kita. Agar doa kita diijabah maka maka mintalah dengan keimanan, perbanyak amal shaleh dan mintalah kepada-Nya dalam ketaatan.
Jika apa yang kita minta dalam doa tak kunjung terkabul, cobalah introspeksi diri, sudahkah kita benar-benar menjadi hamba yang taat kepadan-Nya ? Tidakkah kita seperti peliharaan yang tak tahu membalas budi kepada tuannya? Kita datang memohon kepada Allah saat punya hajat, tapi kita juga selalu melalaikan kewajiban untuk taat kepada-Nya. Berharap agar pemintaan kita segera dikabulkan, tapi kita selalu menunda kewajiban jika waktunya tiba.
Selain berdoa, jangan lupa untuk bersyukur, teralu banyak nikmat Allah yang tak mampu kita menghitungnya. Sudah kita bahas di tulisan sebelumnya, (http://www.sarapankata.com/sudahkah-aku-bersabar-dalam-doa ) bahwa Allah tidak selalu menjawab doa kita persis seperti apa yang kita minta, bisa jadi balasan dari-Nya jauh lebih sempurna. Allah tidak sama dengan ciptaan-Nya, manusia. Jika kita meminta kepada manusia mungkin akan diberi sesuai dengan permintaan kita, tapi tidak jarang justru lebih buruk dari apa yang kita minta. Sementara Allah memberi sesuai dengan apa yang kita butuhkan meski tanpa kita memintanya karena Ia adalah sebaik-baik pemberi. Sehat merupakan salah satu nikmat terbesar dari-Nya, itu bisa jadi buah dari doa yang terkadang lupa kita syukuri. Sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di bagian pelayanan, setiap hari saya bertemu langsung dengan pasien dengan berbagai keluhan mereka rasakan, mulai dari sakit yang ringan seperti pusing sampai penyakit yang sangat berat hingga harus minum beberapa jenis obat. Selain diharuskan rutin mengkonsumsi obat banyak diantara mereka yang harus membatasi makanan yang boleh dikonsumsi agar tidak memperparah penyakitnya. Melihat keadaan mereka membuat saya tak henti-hentinya bersyukur dengan tubuh yang masih sehat. Salah satu bukti rasa syukur kita kepada Allah ada dengan menjaga apa yang telah dititipkan-Nya. Kita diberi kesehatan maka jagalah, jangan tunggu sakit untuk menyadari betapa berharganya tubuh yang sehat. Membantu mereka memberikan edukasi tentang kesehatan dan pengobatan juga salah satu wujud kesyukuran kita. Jika belum memiliki kemampuan untuk turun tangan maka angkatlah tangan kita untuk mendoakan mereka.

Rate this article!
Tags:
author

Author: