Sudahkah Aku Bersabar dalam Doa ?

Doa. Doa adalah senjata terbesar orang beriman. Melalui doa kita bisa meminta apapun kepada Yang Maha Kuasa. Saat punya harapan, cita-cita dan keinginan kita diperintahkan berdoa. Meminta kepada-Nya. Bahkan termasuk sifat yang buruk jika kita tidak mau berdoa. Doa juga termasuk ibadah.
Doa itu meminta kepada yang punya kekuasaan untuk memberi, jika pada manusia saja kita berani memina, apalagi kepada Allah. Jangan malu, jangan ada ragu, yakinlah bahwa apapun yang kita minta Allah mampu memberikannya. Hal itu sudah menjadi janji Allah dalam kitab suci-Nya.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah kalau Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah ayat 186)
Saat berdoa tanamkan keyakinan bahwa Allah mendengar dan akan mengabulkannya. Allah mengabulkan permintaan hamba-Nya melebihi apa yang ia minta. Meminta kepada manusia sering kali mengecewakan, tapi tidak ada kekecewaan dalam meminta kepada-Nya. Hanya butuh yakin dan sabar. Sabar menunggu ketetapan terbaik dari-Nya.
Ketika membaca kisah Nabi Zakariya yang diabadikan dalam Al-Qur’an, sungguh kisah yang sangat mulia. Seorang hamba yang tetap berdoa kepada Tuhannya agar dikaruniai keturunan dari istrinya yang mandul. Selama 70 tahun ia berdoa, mengadukan kelemahannya kepada Zat Yang Maha Kuat, hingga akhirnya Allah mengabulkan apa yang menjadi permintaannya. Bahkan lebih dari itu, Allah tidak hanya memberinya seorang anak, Allah menjadikan anak itu sebagai salah seorang utusan-Nya di bumi. Itulah keajaiban doa, tak ada yang mustahil di sisi Allah. Jika Ia berkehendak maka semua menjadi mudah. Akan tetapi sebagai manusia kita juga harus bersabar dengan ketetapan-Nya. Jika apa yang kita minta hari ini belum diberikan jangan lantas berbenti berdoa, apalagi sampai berburuk sangka kepada Allah. Coba kita banyangkan lagi kisah Nabi Zakariya yang berdoa selama 70 tahun, jika ada doa kita yang belum terkabul mungkin Allah masih mengemasnya dalam bentuk yang lebih indah dari permintaan kita. Doa dan harapan itu akan dilepaskan diwaktu yang tepat. Maka sekali lagi bersabarlah denga ketatapan Tuhanmu jika kamu benar-benar beriman.
Jika seandainya apa yang kita minta belum dikabulkan di dunia, kita tetap harus berbaik sangka kepada Allah karena Ia telah menyiapkan balasan terbaik di kahirat. Doa itu akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di hari kiamat. Bisa jadi Allah menunda mengabulkan doa kita di dunia karena jika dikabulkan akan memberikan keburukan bagi kehidupan kita atau bahkan menjauhkan kita dari-Nya. Saat kita menginginkan sesuatu bisa jadi hal itu buruk bagi dunia dan akhirat kita, maka Allah menahannya. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kita manusia tak memiliki pengetahuan tanpa seizin-Nya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

One Response

  1. Sudahkah aku bersabar dalam doa? 2 - Sarapan Kata1 year ago

    […] Anha » Umum » No Comments […]

    Reply

Leave a Reply