Sudah Kenalkah Siapa Anak Kita

Anda pernah mengalami susah mengerti keinginan anak atau prilaku anak?

Anak terkadang sulit dimengerti, baik prilakunya atau keinginannya. Banyak tingkah baru yang disuguhkan setiap harinya. Kepolosan anak kecil yang masih serba ingin tahu merupakan kodrat alami yang mereka ungkapkan dengan aktifitas sehari-hari.

Semua prilaku itu seringkali salah diterjemahkan oleh orang tua. Dimata orang tua anak yang tidak mau diam itu hiper aktif, anak yang melihat benda baru disekitarnya dijadikan mainan disebut nakal. Sehingga tidak jarang orang tua melontarkan kata-kata larangan, jangan begini nak, jangan mainan itu nak, jangan lari-lari nak takut jatuh, dan jangan-jangan yang lainnya.

Melalui aktifitaslah anak belajar. Belajar secara langsung dengan melihat mendengar dan merasakan. Anak berlari-lari dan terjatuh, maka anak belajar merasakan sakitnya jatuh, merasakan akibat berlari-lari tanpa hati-hati.

Betapa banyak proses belajar anak yang dicegah ketika orang tua mengucapkan kata jangan. Betapa banyak potensi anak yang seharusnya berkembang menjadi terdiam ketika orang tua sering mengatakannya nakal. Seperti hal kecil tetapi berdampak besar.

Anak dilahirkan dengan bekal berjuta kekayaan yang tersimpan pada dirinya bukan seperti kertas kosong yang dapat dengan bebas kita torehkan tinta di dalamnya.. Namun kekayaan itu bisa menjadi berharga ketika dapat dimanfaatkan, tetapi akan hilang jika dibiarkan. Kekayaan itu adalah potensi bakat yang dimiliki anak berupa kaecerdasan.

Pengkondisian lingkungan anak, pola asuh, kebiasaan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan bakatnya. Oleh sebab itu banyak kita melihat orang tuanya guru anaknya juga jadi guru, orang tuanya penulis anaknya juga jadi penulis. Namun ketika anak banyak dilarang dan dibentak maka potensi itu akan tertahan dan menghilang.

Setelah mengetahui kekayaan yang dimiliki anak diharapkan orang tua lebih berhati-hati lagi untuk menjaganya, dan lebih bersemangat untuk mengembangkan kekayaan yang dimiliki anak.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar orang tua dapat mengembangkan kekayaan yang dimiliki anak.

  1. Sabar

Kesabaran orang tua sangat diuji oleh rasa penasaran anak yang tinggi, yang diekspresikan melalui prilaku anak. Sabar adalah kunci bagi orang tua agar tidak mengeluarkan kata-kata larangan atau kata-kata negatif lainnya pada anak yang diakibatkan karena prilaku anak.

Kata-kata negatif yang dilontarkan pada anak akan berakibat buruk pada perkembangan anak.

  1. Mengamati potensi anak

Betapa banyaknya kekayaan anak yang dimiliki untuk dikembangkan jangan dilewatkan oleh orang tua begitu saja. Orang tua harus rajin mengamati dan mengasah potensi anak. Dengan mengamati anak maka orang tua akan mengetahui kekayaan apa yang dimiliki anak dan dapat mengembangkannya agar kekayaan itu terus melimpah.

Semoga dengan mengetahui kekayaan yang dimiliki anak maka orang tua lebih telaten lagi untuk mengembangkannya, sehingga lahir generasi penerus yang lebih baik.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply