STOP MENLABEL DAN MEMBERI PENILAIAN PADA ORANG LAIN

STOP MENLABEL DAN MEMBERI PENILAIAN KEPADA ORANG LAIN

BISMILLAH

Ini sangatlah seru teman-teman untuk disimak karena sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari,kita sendiri melakukannya tapi tidak tersadar sudah melakukannya.Memang kehidupan ini kita bebas menilai orang lain berdasarkan versi kita,terkadang saja kita memberikan penilaianpun tanpa dikaji dulu kebenarannya, apakah suatu kebenaran ataukah hanya gosip belaka. Tapi kebanyakan kita langsung bisa menilai orang itu baik, orang itu jelek, orang itu yang sombong dan orang itu hidupnya enak. Belum tahu kehidupan sehari-hari saja sudah mudah menilai, tak kalah dari yang kita dengar dari ceritapun sudah percaya. Dan mengatakan penilaian kita bahwa dia itu kondisi seperti ini. Itulah dan itu terjadi kebalikan pada diri kita apapun yang kita lakukan dari cara berjalan, cara berpakaian,cara berkatapun tidak lepas dari penilaian orang. Begitulah hukumnya kita saling memberi penilaian satusama lain tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Begitu gampangnya kita berbicara seperti itu tanpa memikirkan perasaan dari orang lain,yang terkadang apa yang dikatakannya tidak sesuai. Itulah akibat dari penilaian kita akan mudah terjebak dalam suatu hal yang belum tentu benar.

Orang yang mengerti dirinya sendiri pasti akan tau diri orang lain, orang yang kenal rasanya sendiri pasti kenal rasa orang lain, orang yang bisa nilai dirinya sendiri adalah pasti bisa menilai orang lain. Setidaknya sebelum kita menilai orang lain hendaknya kita memang sudah punya bukti dan dasar yang kuat. Karena sebenarnya kita menilaipun harus tahu sebenarnya yang terjadi. Cobalah lebih dalam kita mengenali diri kita sendiri, akankah kita sudah betul-betul baik dan mampu. Cobalah untuk terdiam sejenak bila kita mau menilai atau berbicara pada orang lain, pentingkah, atau tidakkah. Kalau niat kita memberi masukan yang terbaik pada orang lain dan itu untuk kebaikannya, tidak jadi masalah karena kita sangat menyanyangi orang tersebut agar tidak salah jalan. Dan penyampaiannyapun harus bisa diterima dengan lapang.

Penilaian yang salah akan membawa kita kepikiran buruk sangka kepada orang lain,dan belum tentu orang yang kita beri nilai negatif itu sesuai dengan pemikiran atau penilaian kita. Begitulah lebih enak masuk dalam diri kita sendiri, berusaha untuk selalu memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kalau diri ini berpikir negatif sebenarnya, “ Siapa yang rugi? Diri kita sendirilah yang rugi karena sama saja kita mengeluarkan jati diri kita seperti itu, yang belum tahu kepastianya

Alloh sudah menciptakan kita semua sesuai dengan porsi,potensi,cerita hidup masing-masing. Jangan memvonis orang dengan apa yang kita lihat saja,pikiran kita terbatas dan kita cenderung mengukur orang lain sesuai pikiran kita.Padahal ukuran Alloh tidak terbatas, biarlah kita belajar melihat seperti ALLOH melihat. Ada kalanya hal-hal itu umum dan terbiasa bagi kita tapi tidak menurut orang lain. Ini sebagai hadiah buat diri saya sendiri untuk selalu sadar dalam berucap dan bertindak atau mungkin bermanfaat buat tema-teman.Bila ada khilaf kata maafkanlah diri ini yang masih terus harus belajar menjadi lebih baik lagi.

Writter

Teratai

 

author

Author: