Setelah Menikah Tinggal Dimana?

Untuk pasangan yang baru menikah, layaknya segera memutuskan ingin tinggal di mana. Idealnya, namanya membangun rumah tangga, ya membangun rumah sendiri bersama pasangan. Tapi, tidak semuanya lancar jaya.

Kali ini saya share, perbandingan tempat tinggal setelah hidup berumah tangga. Berhubung saya pernah merasakan hampir semuanya.

  1. Tinggal di rumah orang tua. Setelah menikah, saya termasuk yang lama menumpang di rumah orang tua sendiri. Keuntungannya tentu saja, tidak perlu beradaptasi dengan sifat. Karena sudah lama menjadi tempat tinggal kita. Dan sudah mengetahui watak para penghuninya. Paling jangan lupa menjelaskannya pada pasangan. Terutama bila berbeda suku, berbeda kebiasaan. Agar pasangan pun dapat segera beradaptasi. Hal yang perlu diingat adalah : kondisi sudah tidak sama dengan sebelum menikah. Orang tua sudah tak lagi bertanggung jawab pada kita. Sebisa mungkin makanan sehari-hari kita dari uang sendiri. Bahkan diharuskan membantu, untuk bayaran listrik, telepon, misalnya. Dan jangan pernah menampakkan saat sedang bertengkar dengan pasangan. Apapun masalah, selesaikan sendiri. Setelah mempunyai anak, boleh-boleh saja meminta bantuan. Untuk tempat berkonsultasi juga bisa, tentu disesuaikan dengan kondisi orang tua kita bagaimana. Yang pasti jangan pernah lupa, anak kita tanggung jawab kita.

 

  1. Pondok Mertua Indah. Ada yang tinggal bersama mertua setelah menikah? Di sini, kita perlu bekerja sama dengan pasangan. Kita yang perlu beradaptasi mengenali sifat, karakter, kebiasaan mertua dan penghuni rumah lainnya. Seharusnya tidak jauh berbeda saat tinggal di rumah orang tua sendiri. Karena, intinya, setelah menikah,posisi kita sama-sama menumpang. Kita turut membantu untuk bayaran bulanan. Dan juga untuk makanan sehari-hari diharuskan jadi tanggung jawab sendiri. Bahkan saat ditawarkan untuk digabung sekalipun, sebaiknya tetap membantu, membeli beras, gas, minyak, dan lainnya. Begitu pula saat mempunyai anak, anak kita adalah tanggung jawab kita. Namun jangan sungkan untuk meminta bantuan bila diperlukan. Sebaiknya kita pintar membaca kondisi.

 

  1. Bagi pasangan yang memilih untuk hidup mandiri, terpisah dari orang tua maupun mertua. Namun belum sanggup untuk membeli tempat tinggal, mengontrak adalah salah satu jalan keluar. Disesuaikan dengan anggaran masing-masing. Juga sangat disarankan lokasi diutamakan dekat dengan tempat kerja. Karena sudah terpisah, tentu saja kita bisa lebih bebas menentukan aturan di dalam rumah, sesuai kesepakatan dengan pasangan. Kita juga bisa lebih bebas berekspresi saat bersama pasangan, srasa dunia milik berdua. Deuu…. Tapi ingat juga ya. Jangan sampai lupa untuk bersosialisasi. Berkenalan dengan tetangga. Jangan hanya fokus pada urusan dalam negeri saja. Kita tak pernah tahu, kapan akan membutuhkan tetangga. Terutama ketika sudah memiliki anak.

 

 

  1. Rumah sendiri. Nah, ini kondisi yang begitu ideal. Selayaknya setiap pasangan mendambakan kondisi ini. Selain keuntungan yang didapatkan saat mengontrak rumah. Kita juga akan bebas mengeksplorasi ingin membentuk rumah seperti apa. Hanya disarankan sesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Jangan memaksakan diri. Terutama setelah mempunyai anak, kita akan mempunyai banyak kebutuhan. Perlahan saja. Dan tetap buka mata buka telinga pada lingkungan sekitar. Belajar bersosialisasi. Dan selamat menikmati hari-hari bersama pasangan. Apapun masalah di hadapan, yakinlah. Badai pasti berlalu.
Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply