Sepotong Kisah tentang Etika (6)

INDAHNYA PERBEDAAN DALAM KEBERSAMAAN

 

Tadi pagi sejak kira-kira jam 06.00 suamiku sudah sibuk menyiapkan dan memasak nasi ayam Hainan yang merupakan masakan favorit keluarga besar kami..

 

Suamiku memang hobby memasak, khususnya nasi ayam Hainan.. Setelah sekian lama tenggelam dalam rutinitas pekerjaannya, akhirnya hari ini berkesempatan kembali untuk memasak..

 

Saat menjelang jam makan siang, masakan telah siap untuk disajikan dan disantap bersama keluarga besar..

 

Alhamdulillah, aku bisa bergabung dengan keluarga besar suamiku yang sangat akrab dan hangat walaupun mayoritas beragama non Islam..

 

Sejak menikah dan tinggal bersama suamiku dan masuk dalam keluarganya, keakraban dan sikap toleransi mereka yang besar sangat kurasakan..

 

Di mana pada setiap kali hari Raya Idul Fitri mereka tak pernah lupa untuk mengucapkan selamat kepada kami, baik melalui telepon, media sosial atau secara langsung..

 

Saat berkumpul atau sedang ada acara keluarga, mereka tak pernah mempermasalahkan ketika kami harus meninggalkan mereka sejenak untuk melaksanakan shalat ketika tiba waktunya..

 

Bahkan pada saat bulan Ramadhan kami sering mendapatkan kiriman makanan/ minuman untuk hidangan berbuka puasa..

 

Dan hidangan nasi ayam Hainan masakan suami hari inipun kembali menambah keakraban keluarga besar kami pada Lebaran hari kedua ini..

 

Alhamdulillah.. beginilah indahnya perbedaan dalam kebersamaan.. 🙂

* Catatan Lebaran tahun 2 tahun yang lalu.

 

(Contoh Etika terhadap Keluarga dan Saudara serta Etika terhadap Pemeluk Agama Lain)

 

[Sumber: https://m.facebook,dotcom/]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply