Senyummu, Ceriaku

“Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”

(HR. Tirmidzi)

Salah satu aktivitas yang paling saya sukai di sekolah adalah penjemputan siswa di pagi hari. Kegiatan rutin ini dilakukan oleh semua guru secara bergiliran. Tiap pagi, 30 menit sebelum bel tanda masuk berbunyi, guru-guru berdiri di depan gerbang untuk menyambut siswa. Semua siswa yang datang ke sekolah disambut dengan senyum, salam dan sapa.

Bagi sekolah kami, penjemputan ini penting untuk menjaga mood siswa. Siswa yang datang ke sekolah kondisinya bermacam-macam. Ada yang berangkat dari rumah dengan penuh semangat karena semua PR nya sudah selesai dikerjakan. Ada juga yang berangkat ke sekolah dengan gembira karena hari itu ada praktek IPA. Bagi siswa yang hobi olahraga, akan berangkat dengan senang hati karena hari itu ada pelajaran penjaskes dan pak guru akan mengajarkan berenang.

Tapi tidak semua siswa berangkat ke sekolah dengan mood yang baik. Ada saja siswa yang berangkat dari rumah dalam keadaan tergesa-gesa karena telat bangun dan akhirnya ada bukunya yang tertinggal di rumah. Ada pula siswa yang sebelum berangkat, bertengkar dulu dengan kakak atau adiknya. Belum lagi yang lupa mngerjakan PR, padahal hari itu harus dikumpulkan. Mana pak gurunya galak lagi. Waduh…  Makanya, penjemputan di pagi hari ini menjadi sangat penting.

Menurut para pakar psikologi, tersenyum dan menyapa akan menularkan aura  positif  kepada orang yang ada di sekitar kita. Mengucapkan salam dengan nada riang dan dibumbui dengan senyum hangat tidak hanya membuat orang lain tersenyum, tetapi kita pun akan merasa lega dan gembira karena telah sukses menyebarkan semangat pagi pada orang lain. Prinsip inilah yang dipegang oleh pimpinan sekolah, sehingga semua guru secara bergiliran mendapat tugas menjemput siswa di gerbang sekolah.

Aktivitas ini sangat menyenangkan, karena ketika menyambut siswa dengan senyum dan ucapan salam, pasti akan dibalas senyum tulus pula dari mereka. Jika siswa ada 250 orang, artinya kita pun akan mendapatkan 250 senyuman. Lha, kalau siswa kita ada 1.000 orang, bisa dibayangkan betapa banyaknya senyuman yang kita terima. Itu artinya semakin banyak pula aura positif yang tersebar di lingkungan sekolah.

Keceriaan yang berawal dari sebuah perbuatan sederhana yang bernama “senyum” ternyata  mendatangkan manfaat yang luar biasa. Bagi seorang anak, mood yang baik di pagi hari akan mempengaruhi kegiatannya sepanjang hari. Jika harinya diawali dengan senyum dan keceriaan, diharapkan ia akan lebih senang belajar di sekolah.

Jika senyum adalah sedekah, maka kalau mau berhitung-hitung, betapa banyak sedekah yang telah kita lakukan di pagi hari. Masya Allah! Betapa maha Pemurahnya Allah. Tanpa harus mengorbankan tenaga, waktu dan harta, kita sudah mendapatkan begitu banyak pahala. Makanya, jangan pelit untuk tersenyum. Karena senyum itu banyak manfaatnya.

Rate this article!
Senyummu, Ceriaku,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: