Sebuah Cerita

Sangat sedih dan terenyuh ketika menghadapi anak-anak yang tak paham sedang apa mereka dan apa yang mereka lakukan. Ketika aku bersama dengan anak murid les yang hanya dua orang namun energi ku bisa terkuras lebih dari aku belajar di sekolah padahal kegiatan di sekolah lebih Wah lagi dari hanya mengajar les paling lama dua jam dan itu hanya duduk di ruang tamu saja. Kali pertama mereka datang ditemani Ibunya, beliau sempat berkata bahwa anaknya itu tidak fokus dalam pelajaran, dan sering sekali dimarahinya. Aku hanya tersenyum dan berkata nanti aku bantu Bu tapi bukan untuk membuat pintar tapi membuatnya lebih fokus, mau berusaha dan belajar.

Setelah beberapa kali pertemuan, aku merasa mereka lebih teratur namun masih sulit untuk mengikuti materi, sampai aku bertanya pada diri sendiri sepertinya aku yang salah memberikan materi atau salah memakai metode. Tapi aku mengambil metode yang paling mudah dikuasai, karena setiap yang belajar bersamaku tidak pernah aku beri kunci jawaban untuk tiap PR mereka,.aku hanya akan memotivasi mereka dan memberikan clue bukan untuk mengerjakan tugas-tugas mereka. Ini lagi yang sering membuatku bingung sendiri,terkadang dilema antara aku harus mengarahkan mereka untuk terus berusaha di lain sisi aku terus diserang dengan tuntutan sekolah mereka, lagi dan lagi mereka akan berkata,’mereka harus lulus dengan angka di atas ketentuan’. Bagaimana mungkin aku harus menjejalkan semua pelajaran ke kepala mereka sedang mereka sendiri masih harus belajar fojus dan konsentrasi.

Sampai hal ini aku diskusikan dengan orang yang sangat berpengalaman menjadi Guru, sudah lebih dari 20 tahun menjadi Guru, jawaban beliau ‘Bagaimana bisa seorang Guru mengawasi satu-satu muridnya di kelas, sedangkan jumlah muridnya saja lebih dari 30 orang jadi wajar saja kalau anak yang bilang tidak pernah belajar, karena mereka pasti tidak mperhatikan’. Silahkan menilai sendiri dimana benang merahnya dari ini semua.

Tentunya, setiap sekolah tidak ingin murid-muridnya mundur dalam akademis karena setiap sekolah ingin nilai yang bagus untuk setiap muridnya, bukan proses untuk kesana. Sedangkan apakah guru di setiap sekolah tahu kalau masih ada murid-muridnya tidak menguasai konsep-konsep dasar? Terlebih lagi untuk Sekolah Menengah, sample murid kursusku yang masih belum bisa dengan konsep dasar bahkan beberapa waktu lalu saudaraku yang menjadi guru di Sekolah Menengah harus mengulang kembali konsep Sekolah Dasar ke murid-muridnya. Yang jelas motivasi anak-anak untuk terus berusaha dan belajar untuk fokus. Proses yang benar akan menghasilkan hasil yang sesuai dengan proses tersebut.

Terimakasih buat seluruh Guru se Nusantara untuk setiap perjuangan yang engkau lakukan. Salam perjuangan untuk generasi yang lebih baik!!!

Rate this article!
Sebuah Cerita,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply