SAVE OUR CHILD!!!

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S. Al Ahzab :59

Sungguh sedih jika mengingat masa laluku sendiri, bagaimana tidak aku belum memakai hijab seperti sekarang ini dan itu sangat membuatku selalu merasa bersalah. Lebih sedih lagi ketika melihat anak-anak remaja yang pamer aurat di mana-mana, buka tutup jilbab (itu jilbab atau palang rel kereta neng?). Lebih sebal lagi ketika mendengar pembenaran dari orang tua atau orang dewasa di dekat mereka “Nggak apa-apa masih belajar pake hijab, jadi gak apa-apa buka terus pake lagi masih kecil juga” atau ada lagi yang laen “pake jlbab memang sudah bener?”. Emmm…Ok lah kalau mereka memang masih anak-anak dan belum aqil baligh mungkin memang butuh pemahaman kenapa kita sebagai muslimah wajib memakai jilbab, ini sudah remaja dan sudah wajib untuk menutup aurat tetapi malah sebaliknya, sedih sekali…

Teman-teman semua, anak-anak muridku yang masih usianya rata-rata 7 dan 8 tahun mereka sangat mengerti yang mana batas aurat untuk perempuan dan yang mana batas aurat untuk laki-laki sedangkan yang terjadi remaja-remaja yang mungkin memang masih dalam tahap pubertas yang selalu ingin tahu segala hal, yang selalu ingin meminta pengakuan dan yang katanya sedang mencari jati diri sehingga rata-rata mereka tidak peduli dengan kewajiban mereka sebagai muslimah. Miris lagi, siang tadi di televisi aku menonton cerita dunia hiburan tanah air, seorang gadis usianya 18 tahun dan memang nota bene adalah publick figure (artis) ketika ditanya apa tanggapan orang tuanya tentang pakaian yang ia kenakan? Yang menurut netizen terlalu terbuka dan sangat berani. Ketika orang tuanya di konfirmasi, sungguh tak wajar jawabannya “apapun yang dipakai anak saya apalagi pakaiannya itu selalu kami pantau, apalagi bundanya karena biasanya bundanya yang memilihkan pakaiannya”. Sama halnya ketika si anak sendiri dimintai penjelasan “aku sendiri sudah 18 tahun jadi saya rasa apapun yang saya pakai sudah jadi keputusan saya sendiri”. Luar biasa, jawaban mereka.

Ketika murid perempuanku akan berwudhu pun, mereka tak mau di tempat terbuka, jika pun harus terpaksa di tempat terbuka, mereka tahu bagaimana agar tetap menyembunyikan auratnya, rambut, lengan dan kakinya. Sebisa mungkin tak terlihat oleh orang lain. Itu untuk anak dengan usia dibawah 10 tahun. Wahai orang tua, cermatilah ayat Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 59. Allah SWT sendiri yang mewajibkan istri, saudara perempuan dan anak-anak perempuan untuk berjilbab. Bagaimana mungkin kita tidak mengindahkannya dengan alasan kebebasan dan modern. Wahai Bapak/Ayah/Abi/Papa, betapa semua itu adalah tanggung jawab kalian dan tahukah kalian azab yang pedih bagi yang melalaikannya.

Kembali lagi ini tugas kita sebagai guru dan orang tua untuk selalu saling mengingatkan bahwa hidup kita kembali berpedoman pada Al Qur’an. Bagaimana mungkin mengaku Muslim dan Muslimah jika perintah Allah SWT saja tidak di laksanakan malah di tangguhkan. Sangat sedih, ketika orang tuanya ditanya perihal tingkah si anak yang mengumbar aurat, orang tua sendiri dengan bangga berkata bahwa anaknya telah dewasa dan tau mana yang harus dilakukan, perihnya lagi sang Ibu sendiri yang membuat anaknya seperti itu, memilihkan baju yang terkesan modern namun sebenarnya primitif (pakaian yang minim bahan), memberikan anak perempuannya untuk dilihat berjuta orang, sungguh memprihatinkan. Jaga anak-anak kita dari hal yang dilarang dan perilaharalah keluarga kita dari hal yang serupa. SAVE OUR CHILD!!!

Rate this article!
SAVE OUR CHILD!!!,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: