Satukan Visimu

Sebagai salah satu pengurus komunitas bebas riba, kami memang terbiasa mencari tahu bagaimana kronologis sampai mereka dulu terjebak dalam riba. Dan ternyata, mayoritas teman-teman terjebak riba karena orang terdekat. Entah orang tua, saudara, bahkan suami sendiri yang menyuruh istrinya agar berhutang.

Mengajak untuk menjauh dari riba itu tak semudah mengajak orang untuk bersedekah. Jangankan mengajak orang lain, mengajak orang terdekatpun susaaaah kalau belum kebuka hatinya. Karena bagi masyarakat modern, memiliki hutang riba itu suatu hal yang biasa.

Ada seorang istri yang sudah kepingiiin sekali segera lepas dari jeratan riba, tapi suami belum mengijinkannya melunasi hutang ribanya, malah suami ini meminta istrinya agar sekaliii lagi menggadaikan SK-nya untuk renovasi rumah. Sekali itu saja lagi yang terakhir, ceunah. Setelah itu mereka tak akan lagi menambah hutangnya.

Padahal mah seorang suami itu kan pemimpin dalam rumah tangga, dialah yang wajib menjaga agar anggota keluarganya selamat dunia dan akhirat, sebagaimana Allah perintahkan:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperin tahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  (QS At-Tahrîm : 6)

Ada juga seorang bapak yang keberatan saat anaknya hendak menjual aset demi terbebas dari riba. Sang Ayah tak tega melihat cucunya itu kelak ‘menderita’ jika aset-aset itu dijual. Berat memang. Teman saya sampai galau. Ada lagi suami yang marah-marah saat diminta untuk menggunting CC-nya oleh istri.

Dalam satu rumah tangga, idealnya memang suami istri satu visi. Suami adalah nahkodanya. Dialah penentu kapal rumah tangga itu mau dibawa kemana. Istri mah ngikutin aja. Jika suami istri tak sevisi, mau dibawa kemana hubungan kitaaaaa…

Kita tentu tak ingin pasangan dan anak-anak kita di akhirat kelak saling bermusuhan. Sebagaimana telah Allah kabarkan:

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS At-Taghaabun: 14-16)

Serem ngga tuh? Masak kita pingin nanti kita saling bermusuhan di akhirat, tentu tidak kan ya? ya? ya? Trus bagaimana agar tetap satu visi?

  1. Suami istri harus tetap bertholabul ‘ilmi. Bersama-sama dengan anak-anak.
  2. Suami istri harus saling menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Sebagaimana firman Allah:

“Tolong menolonglah dalam hal kebajikan dan taqwa dan jangan tolong – menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (AlMaidah :2)

  1. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
  2. Fastabiqul khoirot
  3. Saling mendoakan agar kelak dikumpulkan di JannahNya.

Sudah itu saja. Mangga kalau ada yang mau menambahi… J

Rate this article!
Satukan Visimu,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply