SANKSI SOSIAL SANG KORUPTOR

efek-jera-untuk-koruptor

(Alternatif Memberikan Efek Jera)

Korupsi bagai gundukan gunung es. Tidak pernah berhenti, malah bertambah semakin banyak, semakin menumpuk. Hukuman berat bagi koruptor tidak memberikan efek jera bagi calon koruptor lainnya. Lebih-lebih lagi, dalam kenyataannya, para pengemplang uang negara ini juga mendapatkan remisi, pengampunan dalam menjalani hukumannya.

Maka kemudian dimunculkan wacana untuk memberikan sanksi sosial bagi sang koruptor. Bagaimana teknisnya? Ini yang akan menjadi wacana untuk mencari sanksi yang tepat dan mengena. Karena kalau tidak, maka sanksi tersebut hanya semacam penghias aplikasi hukuman yang tidak mempunyai arti apa-apa.

Selama ini, atau tepatnya sanksi yang diberikan oleh KPK adalah dipakaikan “rompi” khusus, sebagai pertanda bahwa yang bersangkutan telah menjadi tersangka. Tapi apa yang terjadi? Rupanya rompi tersebut, warna oranye, tidak memberikan efek jera. Bahkan kebanyakan para tersangka tidak menganggap riskan, malu, terhadap pemakaian rompi tersebut. Terbukti, mereka yang terkena OTT korupsi masih bisa tersenyum, dada-dada, melambaikan tangan sumringah kepada awak media. Sebuah sanksi sosial yang gagal?

Dimiskinkan

Salah satu wacana sanksi sosial adalah pemiskinan terhadap koruptor. Hartanya disita, diwajibkan membayar beahukum yang besar, dan diblokir semua aset yang dimiliki. Prof. Mahfud MD juga memberikan saran untuk memiskinkan para koruptor. Dengan cara demikian, para koruptor akan merasa malu dan tidak punya power untuk berbuat lebih di masyarakat. Apakah hal ini akan memberi efek jera terhadap pelaku korupsi berikutnya? Entah!

Wacana pemiskinan ini, mungkin, bisa menjadi salah satu pilihan. Dimungkinkan dengan kondisi yang tidak punya harta, personal pro-rasuah ini bisa berpikir ulang untuk berlaku korup. Dengan keadaan yang tidak memiliki harta benda, mereka akan menjadi sampah di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Ketika seseorang memiliki harta yang lebih (baca: berlebih), jika tidak didasari oleh etika personal untuk saling memberi dengan cara bijak, maka segala hal bisa dilakukan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, peradilan pun bisa diperjualbelikan.

Pelayan di Tempat Pelayanan Umum

Menjadi pelayan di tempat-tempat pelayanan umum juga menjadi alternatif hukuman sosial bagi koruptor. Dengan tanda khusus, sebagai indikator bahwa ia koruptor, seperti adanya plakat, rompi khusus, atau penanda lainnya, sehingga setiap orang akan tahu dan mengerti bahwa pelayan tersebut adalah koruptor. Pelaku korupsi yang sedang disanksi sosial.

Mungkinkah model sanksi ini akan berjalan dengan baik? Atau malah akan memberikan ruang gerak yang semakin luas?

Tetapi, jika dilakukan dengan saksama, benar-benar dilakukan pengawasan yang protektif, maka kemungkinan untuk “kabur” dan lain sebagainya akan terminimalisir. Semacam wacana dan mencoba memberikan efek jera, baik bagi pelaku dan calon-calon pelaku korupsi.

Menjadi Tim Kebersihan

Nah, ini lagi hal mungkin bisa dan mampu memberikan efek jera. Menjadi bagian dari tim kebersihan, bisa mungkin menjadi pilihan untuk sebuah sanksi sosial bagi koruptor. Meski pada hakikatnya, tim kebersihan bukanlah sebuah pekerjaan yang terdeskriditkan, tetapi dengan menjadi bagian dari tim akan dilihat oleh banyak orang. Unsur “iklan” inilah yang akan memberikan rasa malu untuk berbuat korupsi.

Penilaiannya bukan kepada profesi tim kebersihan, karena hakikatnya mereka adalah pahlawan lingkungan yang harus kita hormati. Mereka tidak berbeda dengan profesi-profesi lainnya, sebagai abdi negara yang punya peran sangat penting. Dalam hal ini, frekuensi tatapan orang banyak terhadap koruptor yang dipekerjakan tersebab oleh sanksi adalah pokok utama sebagai sebuah sebab yang memalukan. Seharusnya, jika punya rasa malu, disanksi demikian akan memberi dampak sosial yang signifikan.

Diarak Keliling Desa/Kota

Diarak berkeliling kota atau desa juga sebagai alternatif untuk hukuman sosial bagi koruptor. Jadi, bukan hanya pencuri ayam yang arak keliling desa/kota, tetapi koruptor juga bisa dilakukan hal yang sama.

Arakan koruptor yang demikian fulgar, ditonton oleh lapisan masyarakat banyak akan memberikan rasa rendah diri (malu) yang luar biasa. Tentu akan memberikan efek jera baik bagi yang bersangkutan atau pun calon koruptor lainnya. Insya Allah! (Teman-teman KMO ada yang ingin menambahkan? Dipersilakan!)

Rate this article!
Tags:
author

Author: