Saling Salam – Sayang Lingkungan, Sayang Alam.

Ah, Entahlah.

Di masa modernisasi ini, tak lagi bisa banyak lingkungan bersih yang rindang dan asri bisa ditemukan. Banyaknya lahan baru yang dibuka dengan cara pembakaran, atau membangun bangunan baru dengan mempersempit saluran pembuangan air mengakibatkan timbul berbagai macam masalah. Yang paling sederhana, yaitu lingkungan sehat dipandang tak lagi mudah ditemukan.

Apalah gunanya punya banyak uang jika tidak ada setetes air maupun udara yang bisa dihirup.  Jangan lupa, Rasulullah pun juga adalah seorang yang menyukai kelestarian alam. Ada batas dalam mengeksploitasi alam yang telah diciptakan Allah. Setidaknya tidak dan jangan sampai merugikan kehidupan manusia atau makhluk lainnya di masa yang akan datang.

Dalam firman Allah di Surah Ar Rum 41 dijelaskan bahwa “telah nampak kerusakan di darat dan di lautan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Menujukkan bahwa pada akhirnya apapun yang kita kerjakan, manfaat maupun mudarat nya akan berdampak kembali pada kita.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki alam yang telah dirusak. Tentu saja salah satunya adalah dengan tidak menambah kerusakan yang telah dibuat. Bergotong royong membersihkan saluran air yang ada, memperbaiki infrastruktur bangunan kota dengan penambahan saluran air, dan pembangunan ulang atau rekonstruksi bangunan saluran air dan penampungan kota. Membuat undang – undang pembukaan lahan dengan cara tebang pilih bukan pembakaran.

Itu hanya sedikit dari banyak cara bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Menjaga lingkungan sendiri, dilakukan agar alam tidak menjadi rusak semakin parah. Kerusakan alam yang dipicu dari berbagai sebab, membuat alam tak terelakkan lagi kerusakannya. Yang coba diatasi dari tahun ke tahun ada Global Warming. Pemanasan global atau disebut global warming merupakan suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi yang dipicu atau disebabkan oleh berbagai polusi serta diperparah dengan efek umah kaca. Efek rumah kaca adalah pemantulan energi panas yang berasal dari matahari sebagai sumber energi panas terbesar di dunia yang sebagian cahayanya terperangkap di atmosfer bumi akibat dari menumpuknya jumlah gas rumah kacaysang menjadi perangkap gelombng radiasi sinar inframerah. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat hingga menyebabkan ozon menipis.Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Pada suhu normal, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply