Sabar Ya Nak, Sebentar Lagi Waktu Berbuka

Jika tempo hari saya bicara mengenai Sulung adalah ladang pahala Ibu, maka di bulan Ramadhan ini bertambah lagi ladang pahala Ibu. Mengajari anak bersabar.

Setiap Ibu yang beragama muslim, pasti melewati masa-masa mengajari anak berpuasa di usia 5-6 tahun. Beberapa malah ada yang dari usia 3-4 tahun. Mengapa Ibu mengajari anak berpuasa? tentu dengan harapan agar anak terbiasa dengan aktivitas berpuasa.

Di Indonesia, ada yang dikenal dengan “puasa beduk” alias untuk anak-anak diperbolehkan berpuasa sampai adzan dzuhur, makan dan minum lalu dilanjut lagi sampai magrib. Hal ini supaya anak tidak terlalu kaget ketika baru mulai belajar berpuasa. Kemudian, hari-hari selanjutnya jam puasa diperpanjang lebih dari adzan dzuhur sampai akhirnya anak kuat berpuasa.

Berbagai macam cara pun dilakukan Ibu agar anak dapat kuat berpuasa. Mulai dari mengenalkan apa tujuan berpuasa sampai membujuk-bujuk agar anak kuat.

Jika tujuan puasa jelas bahwa berpuasa adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Insya Allah anak akan dengan senang hati menjalankan ibadah.

Permainan yang tidak banyak mengeluarkan energi pun dikeluarkan untuk membujuk anak agar dapat melewati waktu berpuasa dengan cepat.

Namun ada lagi cara untuk membujuk anak. Yaitu, dengan afirmasi positif atau menanamkan hal positif. Misal, dengan berucap “Hai perut, hari ini aku sedang berpuasa karena Allah. Hayo ditahan ya laparnya.”

Atau dengan ucapan, “Aku anak sehat yang sholeh atau sholehah. Insya Allah aku kuat berpuasa. Bersabar ya badanku. Kita pasti bisa.”

Diharapkan dengan afirmasi ini, hal positif benar-benar tertanam dalam benak anak.

Jadi, sudah siap menabur pahala dengan mengajari anak bersabar menuju waktu berbuka?

(Ayas Ayuningtias)
#SahurKata #KMO08

Tags: