Saat Anak Tantrum

Ayah Bunda mungkin sering mendengar istilah temper tantrum atau tantrum. Kebanyakan dari orangtua sering kebingungan ketika menghadapi anak yang sedang tantrum. Bagaimana tidak bingung, ketika anak sedang tantrum, mereka bisa teriak tanpa henti, berguling-guling di tempat umum, marah-marah atau sekedar menangis keras.

Dalam pengertiannya, temper tantrum atau tantrum adalah hasil dari energi tinggi dan kemampuan yang tidak mencukupi dalam mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan anak sering tantrum. Diantaranya adalah tidak ada konsistensi dalam disiplin, orangtua terlalu sering mengkritik, orangtua yang terlalu protektif atau bahkan lalai pada anak.

Penyebab anak tantrum jika bisa karena perpanjangan masalah dari orangtua sehingga mereka tidak cukup mendapatkan cinta. Contohnya orangtua yang bermasalah dalam pernikahan.

Namun, penyebab paling umum untuk tantrum pada anak adalah rasa lelah atau lapar.

Lalu, bagaimana mencegah anak supaya tidak tantrum?

Orangtua bisa menerapkan disiplin yang efektif. Aturan dalam keluarga hendaknya dibicarakan juga dengan anak. Sehingga anak memahami dan menyadari betul untuk apa ada aturan dan konsekuensinya. Semuda apapun usia anak, mereka dapat diajak bicara. Tentu semakin muda anak, semakin sederhana bahasa kita.

Selain itu, orangtua dapat menghentikan kegiatan anak sebelum rasa lelah dan lapar datang. Hal ini bisa memutus potensi anak tantrum karena lelah atau lapar. Cara penyampaiannya pun harus jelas dan tegas.

“Nak, kamu sudah dua jam bermain. Kita istirahat dulu ya.”

“Sekarang sudah jam 12. Mainnya stop dulu ya. Kita makan siang dan istirahat.”

Kemudian, apa yang harus kita lakukan jika anak terlanjur mengalami tantrum? Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, beberapa cara ini dapat menenangkan tantrum.

1. Tetap tenang.

2. Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama. Namun anak harus tetap diawasi ya.

3. Jangan memukul anak. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.

4. Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda.

5. Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

6. Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Anak akan belajar untuk mendapatkan imbalan.

7. Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain.

8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda.

9. Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai.

10. Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda.

Temper tantrum bukanlah penyakit atau hal yang berbahaya. Namun jika orangtua membiarkannya berlarut, maka perkembangan emosional anak akan terhambat.

Menurut pepatah, anak yang sedang tantrum sebenarnya adalah anak yang butuh cinta dan perhatian. Dan bulan Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk kita semua agar dapat mengubah diri semakin baik lagi. ☺️

(Ayas Ayuningtias)
#SahurKata #KMO18

Rate this article!
Saat Anak Tantrum,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

Leave a Reply