Rumahku Berantakan, Ah Biarlah!

“Aduh, maaf ya rumahku masih berantakan nih,” kataku setiap kali ada teman atau tamu yang datang berkunjung ke rumah. Dan itu sering sekali terjadi. Hal itu wajar terjadi karena di rumahku ada empat anak yang masih suka bermain.

Kenapa aku biarkan rumahku selalu berantakan?

Membiarkan rumah dalam kondisi berantakan bukanlah keinginanku. Pastinya kita ingin selalu mendapati rumah kita bersih dan rapi. Namun hal itu tidaklah bisa dengan mudah terwujud. Karena ada mereka anak-anak yang selalu membuat aktivitas dengan bermain dan membuat berantakan mainannya.

Tidak selalu melihat rumah yang selalu berantakan dari sisi negatif saja itu lebih baik. Mencoba mengulik sesuatu yang positif dengan rumah yang berantakan itu ternyata membuat kita dapat belajar tentang segala hal.

Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan tentunya mempunyai cara tersendiri untuk mengenal lingkungannya. Cara yang terdekat adalah dengan bermain. Mengisi hari-harinya dengan berlari, melompat, jungkir balik, menuang seluruh mainannya ke lantai, mencorat-coret dinding, dan segala bentuk kreasi mereka yang kadang mereka tuangkan dalam bentuk karya yang bermacam-macam.

Kita sebagai orang tua sebaiknya bersikap bijaksana saja. Tidak perlu terlalu kaku dengan aturan bahwa rumah harus bersih. Memberi keleluasaan dan kebebasan anak untuk berekspresi dengan kegiatannya itu lebih membahagiakan.

Anak yang bermain dengan berantakan ternyata lebih bisa mempelajari sesuatu lebih cepat. Karena dengan kegiatan itu dia lebih bisa merasakan, mengamati, mencoba tentang aktivitasnya lebih banyak. Sehingga otaknya juga lebih terpacu untuk berpikir lebih banyak dengan menyerap segala informasi yang dia dapat.

Bermain bagi si anak adalah sebuah me time tersendiri atau waktu terbaik buat mereka. setelah mereka berkutat dengan pelajaran di sekolah mungkin mereka akan melepas segala kelelahan dan kepenatan itu dengan bermain. Sehingga rasa lelah, bosan, tidak mood, dan segala sesuatu yang membikin mereka terlihat tertekan bisa berkurang dan disalurkan dengan bermain. Sehingga dengan hal itu emosi mereka akan lebih stabil dan tidak bergejolak.

Mengenal arti tanggung jawab juga bisa dilakukan dengan mereka bermain. Orang tua di sini berperan menanamkan rasa tanggung jawab itu dengan cara memberi pengertian kepada mereka bahwa jika bermain itu mereka nantinya harus bisa membereskan sendiri mainannya. Selain itu, barang mainan itu harus mereka rawat supaya tidak cepat rusak. Mereka juga jadi belajar di mana harus menyimpannya. Tentunya membereskan dan merawat barang mainannya itu juga perlu didampingi pada awalnya untuk mendapatkan hasil yang bagus. Karena anak belum tentu secara langsung akan bisa melakukannya.

Dunia anak adalah bermain. Memberi kebebasan untuk
berekspresi dan menuangkan ide anak dengan bermain adalah bentuk dukungan kita sebagai orang tua terhadap tumbuh kembang mereka. Membiarkan senyuman terus dan tetap mengembang di bibir mereka adalah hal membahagiakan bagi orang tua.

So, rumah berantakan? Di situlah awal anak kita mengenal dunia mereka dengan cara yang lebih asyik dan menyenangkan.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply