Ridha-Mu yang Kucari

“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Rabbmu serta bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia yang memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik” (QS. Hud ayat 11)
Dalam berikhtiar keridhaan Allah harus kita utamakan. Rasanya sangat rugi jika semua yang diharapkan bisa tercapai tapi kita jauh dari Allah. Bisa jadi dalam langkah kita untuk berikhtiar terselip salah dan khilaf yang tanpa disadari, maka memohon ampunan-Nya dan taubat harus senantiasa kita lakukan. Rasulullah SAW, manusia yang telah dijamin oleh Allah akan menjadi penghuni surga, senantiasa beristigfar 70-100 kali dalam sehari. Maka kita sebagai manusia biasa yang lebih sering lalai seharusnya memohon ampun lebih banyak.
Jika Allah sudah ridha dengan jalan yang kita tempuh maka semua akan menjadi mudah. Bisa jadi apa yang kita cita-citakan belum tercapai tapi hati akan terasa lapang, jauh dari rasa cemas dan khawatir karena kita menyadari bahwa kenikmatan di dunia ini hanya sedikit sekali dibanding keridhaan-Nya. Dalam ikhtiar, kita akan senantiasa mencari jalan kebenaran. Bukan jalan cepat yang terkadang menyesatkan, mungkin awalnya kita pernah salah tapi setelah menyadarinya kita berusaha maksimal untuk kembali ke jalan yang benar. Meski semua harus dimulai dari nol, Allah pasti menilai niat dan usaha kita untuk kembali kepada-Nya. Dia akan membukakan jalan kemudahan.
Dari ayat diatas, Allah menjanjikan kenikmatan bagi orang bertobat. Kenikmatan disini bisa jadi ketenangan jiwa, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari maksiat dan dipertemuakan dengan orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Orang beriman selalu yakin dengan janji-Nya, maka kesulitan diawal tidak membuat ia menyerah. Bersama kesulitan ada kemudahan, satu kuncinya adalah jangan menyerah. Lelah dan capek itu sudah pasti, tapi jangan sampai kita berputus. Istirahat sejenak, melihat lagi apa yang sudah kita perjuangkan sambil mengumpulkan kekuatan untuk langkah selanjutnya itu lebih baik. Introspeksi jika ada kesalahan yang terjadi, jangan menyalahkan orang lain apalagi menyesali ketetapan-Nya. Mengetahui dan mengakui kesalahan diawal jauh lebih baik daripada ketahuan setelah kita berada dalam jurang yang dalam. Sulit untuk bangkit dan pasti butuh waktu dan energi yang lebih besar. Menerima saran dan kritikan dari orang lain juga mesti dengan terbuka, jika itu sesuai dengan visi kita maka silahkan dipertimbangkan. Tapi jika berbeda, jadikan itu sebagai ilmu baru, tak ada ruginya orang yang mau menerima saran dari orang lain, yang penting kita punya pendirian sehingga tidak mudah terombang-ambing. Jika tujuan awal adalah mencari ridha Allah maka tantangan sebesar apapun mampu kita hadapi. Dengan Bismillah kita akan menjadi lebih kuat.

Rate this article!
Ridha-Mu yang Kucari,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply