RAHASIA DI BALIK KEHILANGAN

Pernahkah kita mengalami kehilangan? Misalnya kehilangan benda kesayangan, kehilangan uang, atau kehilangan seseorang. Nah, bagaimana perasaan kita saat mengalaminya? Sedih? Marah? Menyerah? Jangan buru-buru mengambil sikap seperti itu ya… Coba kita cari tahu terlebih dahulu, benarkah kita telah kehilangan?

Pernah tahu tentang perumpamaan tukang parkir? Ya, tukang parkir menerima titipan kendaraan dengan senag hati, lalu saat pemilik kendaraan mengambil kendaraannya kembali, tukang parkir tak pernah merasa sedih dan memberikannya dengan sukarela. Ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang, jangan buru-buru sedih, marah atau menyerah. Sebab itu semua memang bukan milik kita.

Hidup setiap manusia telah tercatat dalam lauh mahfuzh, bahkan daun yang jatuh pun telah ada jadi ketetapannya, begitupun dengan kehilangan. Namun, sejatinya tak ada yang hilang. Karena semua yang ada di dunia hanya titipan, kita tak pernah benar-benar memiliki sesuatu. Jadi tak pernah ada yang hilang, hanya berpindah dan tak lagi menjadi milik kita.

Mari kita kembali pada masa ketika kita kehilangan sesuatu, lalu kita lihat kondisi kita sekarang. Sebenarnya ada rahasia apa di balik kehilangan?

  1. Kehilangan mengingatkan ketidakabadian

Ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang, lantas kita akan menyadari bahwa setiap yang bernyawa akan mati, setiap hal bergulir sesuai kehendak pemilik semesta. Ya, karena di dunia ini tak ada yang abadi selain ketidakabadian.

  1. Kehilangan mengingatkan agar tak lalai

Saat kehilangan sesuatu atau seseorang membuktikan bahwa kita ini sungguh manusia yang memiliki sifat lalai. Dan kehilangan memberikan peringatan agar tak lalai dan lebih berhati-hati dalam menjaga titipanNya.

  1. Kehilangan menjadikan lebih bersyukur

Kehilangan membuat kebanyakan orang mengutuk nasib, mencela diri. Namun, ketika kita melihat apa yang kita peroleh setelah kehilangan, kita akan merasakan kesyukuran yang dalam. Bahwa Sang Sutradara mengatur kejutan besar dibalik kehilangan.

  1. Kehilangan menjadikan pribadi tegar

Tak jarang, kehilangan membuat orang putus asa dan berhenti berusaha. Namun, ujian dalam bentuk kehilangan ini memberikan kontribusi yang baik dalam menciptakan ketegaran seseorang. Semakin banyak kehilangan, semakin berharga hal yang hilang maka kitapun menjadi semakin tegar.

  1. Kehilangan menjadikan berdikari

Berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada orang lain atau pada benda kasayangan adalah satu pelajaran penting juga dalam kehilangan. Sebelum kehilangan, kita mungkin masih bergantung pada keluarga, teman, harta benda, dll. Namu setelah hilang apalagi tak berkesempatan memiliki hal serupa, akan muncul kemandirian seseorang sehingga dapat hidup di atas kaki sendiri.

Kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Saya selalu termotivasi oleh kata-kata Asma Nadia dalam buku Pesantren Impian “Jangan pernah ucapkan selamat tinggal pada sebuah impian, sebab ia tak benar-benar pergi.” Kita boleh kehilangan apapun di dunia ini, namun jangan sampai kita kehilangan keyakinan dan harapan kita. Karena saat semua telah padam, secercah sinar harapan yang akan menyalakan yang lainnya. Wallahu’alam.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply