PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL (PART 5)

Ada beberapa tahapan dalam pengelolaan dana asuransi. Dimulai dari Peserta menyerahkan dana, melengkapi berkas yang diperlukan, proses seleksi resiko (underwriting), setelah itu baru penerbitan polis yang menandakan mulainya seorang peserta di tanggung jiwanya apabila terjadi resiko.

Dana yang telah disetorkan oleh peserta asuransi di kumpulkan oleh perusahaan asuransi yang kemudian dikelola dan diinvestasikan.

ASURANSI SYARIAH

         Dana yang terkumpul dari peserta (uang premi) merupakan milik peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah yang bertindak untuk pengelola dan mengatur penggunaan dana sesuai dengan tujuannya.                                                                                                                                  Dana yang di investasikan berdasarkan prinsip syariah yaitu dengan sistem bagi hasil (Mudharabah). Keuntungan (profit) yang diterima oleh perusahaan dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai dengan prinsip bagi hasil (Mudharabah).                                                                                                                           Keuntungan atau nisbah yang di dapatkan berdasarkan atas hasil usaha yang diperoleh sehingga hasil yang diperoleh perusahaan dan peserta sangat berfluktuasi tergantung pada pencapaian kegiatan bisnis yang sedang berjalan. Semakin besar penerimaan penghasilan yang diperoleh semakin besar pula bagi hasil yang diperoleh bagi peserta asuransi dan perusahaan asuransi tersebut. Demikian pula sebaliknya, apabila penghasilan yang diperoleh kecil maka bagi hasil yang diperoleh antara peserta dan perusahaan pun juga kecil. Bahkan, ada kemungkinan terjadi , hasil kegiatan bisnis yang berjalan mengalami kerugian. Apabila mengalami kerugian maka peserta dan perusahaan sama-sama menanggung kerugian tersebut sesuai dengan porsinya masing-masing, sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.                                                                                                                               Keuntungan yang di dapatkan oleh perusahaan asuransi syariah ini berasal dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan bagi hasil dari investasi. Keuntungan yang diperoleh tersebut sepenuhnya bukan milik perusahaan, tetapi ada bagi hasil dengan semua peserta (Mudharabah).

ASURANSI KONVENSIONAL

           Dana yang terkumpul dari peserta (uang premi) merupakan milik perusahaan. Perusahaan bebas menentukan bentuk pengelolaan investasinya. Pengelolaan investasi dana berdasarkan sistem bunga. Keuntungan (profit) yang diterima oleh perusahaan seluruhnya menjadi milik perusahaan.                                                                                                                               Keuntungan yang diperoleh telah dapat diperhitungkan terlebih dahulu berdasarkan perhitungan suku bunga yang ditetapkan di awal. Pada sistem ini tidak ada istilah berbagi kerugian antara peserta dengan perusahaan. Resiko kerugian yang terjadi dari kegiatan bisnis yang sedang berjalan ditanggung oleh salah satu pihak, yaitu pihak perusahaan. Apabila memperoleh keuntungan maka perusahaan akan membagikan sebagian laba kepada para peserta asuransi sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.                                                                                                Keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi dengan sistem konvensional ini berasal dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan bunga hasil investasi, dimana semua keuntungan yang diperoleh menjadi milik perusahaan sepenuhnya.                                                                                                                              Keuntungan yang di dapatkan oleh perusahaan asuransi, baik perusahaan asuransi yang menjalankan sistem syariah maupun konvensional pada umumnya berasal dari sumber yang sama, hanya saja berbeda sistem distribusi dari keuntungan tersebut.

 

 

Leave a Reply