PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL (PART 3)

ASURANSI SYARIAH

Pada asuransi syariah, uang yang dibayarkan oleh peserta berupa uang premi. Atas uang premi tersebut dialokasikan ke biaya administrasi, dana tabungan, dan dana tabarru

Biaya administrasi digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran terkait proses administrasi dan operasional perusahaan.

Dana tabungan merupakan dana investasi yang dititip oleh peserta untuk dikelola oleh perusahaan yang dimasukkan ke lembaga investasi dan peserta memperoleh bagi hasil dari keuntungan investasi tersebut. (Al Mudharabah)

Dana tabungan peserta sudah mulai terhitung ketika pertama kali memulai asuransi, sebab pada saat pertama kali uang premi disetorkan langsung tertera pembagian premi untuk dana ujrah, tabarru, dan tabungan.

Dana tabungan beserta bagi hasil akan dikembalikan kepada peserta apabila kontrak asuransi telah berakhir sesuai kesepakatan perjanjian masa asuransi. Apabila terjadi resiko dalam masa kontrak maka diserahkan kepada ahli waris. Termasuk pula ketika peserta membatalkan kontrak maka dana tabungan dan bagi hasil akan diberikan setelah dipotong biaya administrasi sebagai akibat dari pembatalan kontrak.

Dana tabarru merupakan sumbangan peserta kepada peserta lainnya yang berupa dana kebajikan yang diniatkan untuk menolong sesama peserta jika terjadi resiko dimasa depan sesuai dengan perjanjian kontrak asuransi masing-masing peserta. Dana tabarru yang telah disetorkan oleh peserta kepada perusahaan tidak dikembalikan apabila terjadi resiko, pembatalan kontrak, ataupun ketika habis masa kontrak sesuai perjanjian. Pengelolaan dana tabarru sudah dipercayakan oleh setiap peserta untuk diatur oleh perusahaan asuransi sesuai dengan tujuan penggunaannya.

ASURANSI KONVENSIONAL

Pada asuransi konvensional, uang premi yang diterima oleh perusahaan menjadi milik perusahaan sepenuhnya. Uang tersebut dapat digunakan sebagai biaya operasional perusahaan dalam bentuk biaya administrasi, komisi agen, biaya cetak polis, dan lain-lain. Penerimaan premi pada tahun pertama diutamakan untuk biaya operasional perusahaan terkait penerbitan polis, sehingga para peserta tidak mempunyai nilai tabungan atau nilai tunai ditahun pertama atau kedua berasuransi.Kalaupun ada nilainya sangat kecil dibandingkan premi yang telah disetorkan.

Prosentase perhitungan pembagian tabungan dari jumlah premi tidak disampaikan kepada peserta sebab hal tersebut memang merupakan hak bagi perusahaan sebab semua premi asuransi yang diterima adalah merupakan sepenuhnya milik perusahaan.Jadi tergantung kepada keputusan perusahaan. Sehingga ketika kita ingin membatalkan kontrak ditahun pertama dan kedua cenderung rugi sebab dana premi yang disetorkan dialihkan ke biaya administrasi dan operasional untuk proses penutupan polis asuransi sampai dengan penerbitan polis. Nanti tahun-tahun berikutnya baru mulai terhitung untuk tabungannya.

Untuk pembatalan kontrak berlaku sama, baik asuransi konvensional maupun syariah sama-sama dikenakan biaya administrasi pembatalan sebab melanggar perjanjian yang telah disepakati.

Bersambung…..