Penyebab Sibling Rivalry

Penyebab Sibling Rivalry

Setelah kita membahas apa itu sibling rivalry di sini, sekarang kita akan mengenali sebab-sebab terjadinya.

Apa sih yang membuat anak merasa harus bersaing dengan saudaranya sendiri? Berikut ulasannya.

  1. Punya adik baru

Kasus inilah yang sering terjadi. Sebelumnya, kakak sudah terbiasa menjadi satu-satunya pusat perhatian di rumah. Bila kakak melucu, orang rumah akan tertawa gemes. Bila kakak terjatuh, orang rumah akan take care padanya, dan semisalnya.

Tiba-tiba hadir bayi kecil, menciptakan suasana aneh menurutnya. Perhatian ibu dan ayah kini tak lagi sepenuhnya milik kakak. Bahkan tamu-tamu yang datang sangat antusias dan ramah dengan makhluk kecil itu.

Diam-diam, si kakak memperhatikan cara adik bayi yang berhasil mengambil perhatian semua orang. Lalu ia mencoba mempraktikannya.

Kakak mulai menangis tak jelas alasan. Tapi bukan senyuman ibu-ayah yang ia dapatkan, ia malah terkena bentakan. “Ada apa ini?” batinnya mulai bertanya-tanya. Padahal aku dan adik melakukan hal yang sama. Apa aku kurang gerakan seperti tangan dan kaki bayi yang menendang-nendang itu? Akhirnya di lain kesempatan, si kakak akan menaikkan tingkat tantrumnya dari menangis merintih-rintih menjadi menangis meronta-ronta.

Untuk apa semua ini dilakukan si kakak? Ya, jelas untuk mendapatkan perhatian orang tuanya.

 

2. Merasa tidak diperlakukan dengan adil

Misalnya seorang anak diberi tugas lebih sulit daripada saudara lainnya. Atau jika diberi hadiah, ia merasa pemberian itu lebih jelek atau sedikit dari hadiah lainnya. Atau jika memang anak-anak dihukum, hukuman yang ia terima lebih berat dari yang lainnya. Hal ini tentu akan menimbulkan gesekan kecemburuan.

Atau waktu yang ibu curahkan untuk adik bayi lebih lama. Ibu selalu tersenyum pada adik bayi, tapi selalu marah pada kakak.

 

3. Selalu dibanding-bandingkan dengan saudaranya

“Wah, adiknya lebih putih dan tinggi ya.”

“Kamu kok ga seperti kakakmu yang pinter matematika sih?”

“Lihat tu adikmu, nilainya 100 semua!”

“Bandel kamu ya! Gak kayak adik. Udah pintar, menurut lagi.”

Alih-alih kita ingin memotivasi anak dengan membandingkan dengan saudaranya, anak justru semakin ciut nyalinya plus membenci saudara yang dipuji itu. Hmm… Hati-hati ya, Ibu dan Ayah…

 

4. Masalah yang tidak diselesaikan dengan tuntas

Terkadang orang tua tidak menyadari bahwa perselisihan yang anak-anak hadapi butuh penyelesaian. Orang tua cenderung menganggapnya hal yang wajar sehingga dendam itu terbawa hingga dewasa.

 

5. Tidak memiliki waktu untuk berbagi dan berkumpul bersama keluarga

Orang tua terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri hingga tak ada waktu untuk mendengarkan cerita dan keluh kesah anak.

Ketika anak ingin berbagi kebahagiaan atau kesedihan yang ia alami di sekolah, ibu atau ayah selalu bilang,

“Sebentar ya, Nak.”

“Nanti ya, Nduk.”

“Ibu masih sibuk.”

“Kamu lihat gak, ayah sedang apa?!”

 

7. Terkadang lapar adalah pemicunya

Dilansir oleh DetikHealth, Kamis (02/12/2010), rasa lapar memang memicu amarah. Bila orang dibiarkan lapar dalam jangka waktu lama, kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat terganggu. Akibatnya, pasokan glukosa (gula) yang mencapai otak menjadi berkurang.

Rendahnya kadar gula darah atau hipoglikemia inilah yang akan membuat amarah seseorang menjadi naik, sehingga mudah tersinggung dan marah. Gula darah rendah juga dapat disertai dengan kecemasan, kelelahan dan sakit kepala.

Nah, bila lapar, orang dewasa saja bisa marah. Apalagi anak-anak, iya kan?

 

8. Ingin diakui eksistensinya.

Jangan salah, anak juga butuh diakui keberadaannya lho. Sehingga ketika orang tua tidak lagi memperhatikannya, anak akan melakukan sesuatu untuk menunjukkan eksistensinya.

Misalnya, ketika ibu terlalu sibuk dengan bayi, kakak sengaja menumpahkan sesuatu di dapur atau mengeluarkan isi lemari atau mencabut tanaman di halaman, dan lain-lain.

Tujuannya apa? Sebenarnya kakak hanya ingin bilang ke ibu, bahwa aku ada. Dan aku ingin ibu mendatangiku seperti ibu yang selalu mendatangi adik bayi.

 

Lalu, bagaimana kita bisa meminimalkan dan mengatasi sibling rivalry? Kita bertemu lagi di pembahasan selanjutnya ya, insya Allah.

(bersambung)

Rate this article!
Penyebab Sibling Rivalry,5 / 5 ( 1votes )
Tags: