PENTINGNYA MENGAJARKAN TOLONG MENOLONG PADA ANAK

Dion yang masih berusia 3 thn menumpahkan susunya ke lantai. Kevin, kakaknya yang sudah SMP, melihat susu adiknya tumpah diam saja, padahal dia berada di dekatnya dan sedang asyik menonton TV. Ibunya sedang berada di dapur untuk memasak. Ketika ibunya datang dan melihat susu tumpah berceceran sedari tadi langsung mengomel “ Gimana sih kamu, Kevin? Sudah tahu susu adik tumpah kok tidak ditolongin? Untung Dion tidak terpeleset!.” Semakin dimarahin Kevin cuek saja.

Tentunya kita sebagai orang tua tidak mau hal itu terjadi bukan? Kenapa hal itu sampai terjadi?

Manusia sebagai mahluk sosial, tidak bisa hidup sendiri. Mereka selalu membutuhkan bantuan dan tolong-menolong satu sama lain. Keterampilan sosial ini perlu diajarkan pada anak sejak dini. Menolong orang lain bisa menumbuhkan kesadaran sosial pada anak untuk membantu orang lain. Selain itu tolong menolong juga bisa mengembangkan sikap kepedulian sosialnya sehingga dimanapun anak berada, dia akan mudah diterima oleh lingkungannya.

Sikap tolong menolong pada anak itu tidak bisa muncul begitu saja, tetapi harus dimunculkan yaitu dengan mengajarinya dan melatihnya. Bila kita tidak pernah melakukan hal tersebut, bukan tidak mungkin anak akan tumbuh menjadi anak yang egois dan  tidak peduli keadaan orang lain. Kita juga perlu menanamkan pada mereka bahwa menolong orang lain merupakan kebaikan. Jika dia melakukan suatu kebaikan maka di lain waktu orang juga akan berbuat baik padanya.  

Orangtua juga perlu memberinya contoh karena jika kita memberinya nasihat saja akan sulit bagi anak. Misalnya,” Kevin sayang, tolong ambilkan botol susu adik ya?” Atau “ Kevin bisa mama minta tolong disapu makanan yang berceceran ini ? . Jangan lupa memberinya contoh untuk mengucapkan terimakasih apabila anak telah menolong anda. “ Terimakasih ya sayang! Wah untung Kevin tadi bantu mama, jadinya lantainya cepat bersih” .

Buatlah kondisi seperti itu meskipun sebetulnya anda bisa mengerjakannya sendiri dan pasti lebih cepat. Selain mengajarkan anak mandiri , dia juga telah belajar tolong menolong .

Kita juga perlu sekali-kali mengkondisikan anak untuk berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung misalnya ke panti asuhan, membantu korban bencana alam dll. Anda bisa menyuruhnya mengumpulkan mainan dan bajunya yang sudah tidak terpakai untuk disumbangkan, dengan demikian anda telah menanamkan rasa berbagi dan tolong menolong untuk sesama. Anda sendiri juga bisa ikut mengumpulkan pakaian layak pakai dan benda lain untuk disumbangkan. Dengan melihat contoh konkret, anak akan lebih mudah menirunya dan menjalankannya.

Di sekolah, kita bisa mengajarkan anak untuk menerapkannya seperti membantu temannya yang terjatuh, membantu ibu guru menghapus papan tulis, membantu guru membawakan buku dll, menghibur temannya yang menangis dll.

Di rumah, kita bisa mengajarkan anak untuk membantu pekerjaan kita seperti menyapu, mengelap, membawa piring yang kotor dll. Selain membuatnya mandiri, juga membuatnya ringan tangan untuk menolong.   

Tolong menolong yang diajarkan sejak dini akan membuat anak menjadi pribadi yang peduli pada lingkungannya, mempunyai empati yang tinggi sehingga dimanapun dia berada dia akan dengan terbuka diterima oleh lingkungannya

Salam,

Tita Dewi Utara

KMO 07

Sarapan Kata ke 26

author

Author: 

Leave a Reply