Pentingnya Menanam kejujuran Pada Anak

PENTINGNYA MENANAMKAN KEJUJURAN PADA DIRI ANAK

BISMILLAH

Untuk melahirkan generasi yang beraklak baik bukanlah hal mudah,dibutuhkan extra kerja keras ilmu pengetahuan agama,psikologis dalam hal pendidikan anak. Dan keteladanan kita sebagai orang tualah sebagai figur anak untuk menjalani kehidupan ini. Orang tua sangat berperan penting dalam memberi contoh sikap keanak-anaknya,misalnya kita menanamkan sikap jujur pada anak-anak kita. Seharusnya orang tuapun lebih dahulu menanamkan sikap itu pada dirinya sendiri,jangan pernah berharap anak mempunyai sikap jujur kalau orang tuanya sendiri menanamkan sikap tidak jujur keanak-anaknya. Kejujuran memang sangat penting bagi modal utama dalam kehidupan anak-anak,ibarat kejujuran adalah seperti pondasi pada anak tuk tetap bisa menjaga sikapnya dengan baik. Kejujuran mengajarkan pada anak untuk berkata,bersikap, dan berperilaku yang dianjurkan oleh agamanya.

Seperti salah satu sikap yang dimiliki Nabi maupun Rosul adalah shidiq (jujur), disamping amanah (dapat dipercaya),fatonah(cerdas) dan tabliq(komunikatif). Nabi Muhamad SAW dengan bermodalkan kredibilitas ini, bisa mencapai kesuksesan. Dan kejujuran adalah pangkal dari kebaikan,pola sikap yang baik ini harus ditanamkan pada anak usia dini. Sikap ini seharusnya terbentuk anak masih dalam kandungan pada saat anak masih dalam bentuk segumpal darah,atau mulai umur 0 bulan.Dan disini peran ibu sangatlah penting,sungguh indah hidup ini jika berada dalam terang benderangnya cahaya. Setiap pemandangan akan terlihat jelas terlihat,langkahpun begitu yakin dalam menapaki kehidupan ini. Begitulah jika sesorang mempunyai kejujuran dan intregritas dalam hidupnya, menapaki hidup tanpa keraguan.
Beberapa hal yang kita lakukan untuk mengajari anak untuk bersikap jujur:
1) Bersikap terbuka pada anak
Kita harus bersikap terbuka pada anak tentang hal-hal yang sudah waktunya mereka ketahui. Dan memberikan kesempatan pada anak untuk terbuka menceritakan pengalamannya,sehingga kita dapat memantaunya. Kita berusaha jadi teman buat mereka, jangan jadikan kita sebagai sosok monster dalam dunia sianak.
2) Hindari kebohongan
Kalau orang tua sering melakukan janji pada anak dan tidak ditepati,akan
memberi ingatan pada anak bahwa orang tua berbohong.
Sebaiknya jangan terlalu gampang berjanji, atau mencari-cari alasan.
3) Mulailah dari hal-hal kecil
Ketika orang tua pergi dan anak menanyakan jam kapan pulang,sebaiknya
kita tidak membiasakan menjawab semua pertanyaan yang diajukan pato
kan jam,sehingga anak akan meneliti kepastian orang tua pulang.
Memang tidak mudah menjaga suatu kepercayaan, tapi kita harus berusaha mempertahankan kepercayaan itu jangan sampai rusak.Dengan selalu berusaha bersikap jujur, maka kita akan terhindar dari sifat-sifat yang dibenci oleh agama. Kejujuran juga akan menimbulkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dan akan terciptanya rasa kepercayaan. Karena kejujuran dan kepercayaan adalah sangat berkaitan,dalam hubungan apapun kejujuran dan kepercayaan sangat sulit dipisahkan. Sehingga apabila kita sudah bisa menanamkan nilai kejujuran pada anak akan terjadi harmonisasi dalam menjalani kehidupan ini.

Writter
Teratai

author

Author: