Pentingnya Asuransi Bagi Masyarakat

      Apa itu asuransi? Mengapa asuransi penting bagi masyarakat? Apakah masyarakat sudah cukup mengenal asuransi? Sebagian masyarakat ternyata masih banyak yang belum paham tentang pentingnya berasuransi. Disinilah diperlukan peran dari perusahaan asuransi untuk memperkenalkan asuransi pada masyarakat.

      Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak, dimana pihak penanggung dalam hal ini adalah perusahaan asuransi yang mengikatkan diri kepada seseorang atau badan usaha yang bertindak sebagai pemegang polis menunjuk seseorang atau berupa barang sebagai pihak yang akan di tanggung. Dapat pula pemegang polis juga bertindak sekaligus menjadi tertanggung, tergantung kesepakatan perjanjian antara pihak perusahaan dan pihak pemegang polis, apakah pemegang polis sama dengan pihak tertanggung atau berbeda. Pihak tertanggung yaitu seseorang atau berupa barang yang akan dijamin untuk diberi santunan dalam hal resiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang dalam batas waktu perjanjian yang disepakati.

      Pihak penanggung menerima pembayaran berupa uang dari pihak pemegang polis atau tertanggung yang selanjutnya di sebut premi asuransi sebagai kompensasi untuk memberikan penggantian kepada pihak tertanggung apabila terjadi resiko dikemudian hari atau sebagai pengembalian dana tersebut pada batas waktu yang telah ditentukan sesuai perjanjian yang telah disepakati apabila tidak terjadi resiko. Jadi satu pihak bertindak sebagai penjamin, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, atas kemungkinan resiko yang akan timbul pada diri seseorang ataupun berupa sebuah barang, dan pihak lainnya bertindak sebagai yang dijamin yaitu dalam hal ini adalah nasabah yang selanjutnya di sebut pemegang polis, baik itu berupa jiwa seseorang ataupun berupa barang. Asuransi juga selain menjamin resiko, dapat pula menjadi sarana investasi.

      Asuransi sangat penting bagi masyarakat, sebab dengan berasuransi dapat membantu mengimbangi kemungkinan beban resiko yang akan timbul dalam kehidupan seseorang. Ketika seseorang mengadakan perjanjian dengan perusahaan asuransi, maka otomatis terjadi pelimpahan sebagian resiko dari orang tersebut di masa yang akan datang kepada pihak penjamin yaitu perusahaan asuransi.

      Banyak orang yang kurang paham tentang asuransi dan mereka menganggap bahwa dengan mengadakan perjanjian secara asuransi maka jika tidak terjadi resiko pada batas waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian, maka uang yang di serahkan kepada perusahaan asuransi tersebut akan hangus. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sesungguhnya tidaklah demikian. Asuransi ada yang sifatnya betul-betul menjamin resiko semata, namun jumlah uang premi yang di bayarkan untuk asuransi jenis ini biasanya tidak begitu besar. Tetapi ada pula yang sifatnya selain menjamin resiko juga mengandung unsur tabungan didalamnya. Jadi ketika tidak terjadi resiko dalam batas waktu perjanjian yang di tentukan dalam berasuransi maka pada saat kontrak berakhir, uang yang telah disetorkan untuk berasuransi dapat diterima kembali setelah dikurangi dengan biaya administrasi dan disertai dengan penambahan nilai sebagai bagian keuntungan dari perusahaan asuransi yang diberikan sebagian kepada pemegang polis. Jadi dengan berasuransi selain melimpahkan sebagian resiko kepada pihak perusahaan asuransi, juga mengajarkan kita untuk menabung. Hanya saja terdapat perbedaan bentuk menabung antara di perusahaan asuransi dan bank yaitu pada bank dapat ditarik setiap saat, sedangkan pada perusahaan asuransi tabungan hanya dapat diambil ketika perjanjian berakhir.

Rate this article!

Leave a Reply