PENA DAN PERADABAN

PENA DAN PERADABAN

Pena erat kaitannya dengan sebuah peradaban. Mengapa?karena apa yang terjadi dalam sebuah peradaban akan di tuangkan dalam sebuah tulisan. Bagaimana mungkin kejadian dari masa lalu akan diketahui oleh banyak orang ketika pena tidak digerakkan. Sekelompok manusia membangun sebuah peradaban yang modern, menciptakan berbagai hasil karya yang menjadi cikal bakal karya di generasi berikutnya, merakit teknologi yang akhirnya bisa disempurnakan hingga saat ini, dan masih banyak lagi. Ya, pena-lah yang membuat semua itu muncul di permukaan. Dengan pena sejarah dapat tersingkap. Dengan pena seseorang mampu mengubah dunia. Dengan pena pula seseorang mampu mengeskplorasi apa yang ada dalam dirinya.
Jika melihat begitu pentingnya arti dari sebuah pena, maka setiap orang harus menulis. Lho, Kenapa harus menulis?apakah dengan menulis kita dapat menyelesaikan masalah?apakah dengan menulis kita mampu mengubah dunia?
Dalam islam menulis adalah keutamaan manusia dari makhluk Allah SWT yang lain. Alladzi ‘Allama Bil Qalam (Yang mengajar (manusia) dengan pena). Allah SWT mengajarkan manusia menulis karena banyak sekali manfaat yang diperoleh. Menulis sebagai bentuk aktualisasi diri. Menulis sebagai sarana menuangkan ide. Menulis sebagai sarana menghilangkan stress. Menulis sebagai sarana meningkatkan kreativitas. Menulis sebagai sarana untuk mengubah pola pikir. Menulis sebagai sarana untuk memahami sesuatu. Menulis sebagai sarana untuk melakukan perbaikan. Menulis sebagai sarana untuk membangun sebuah peradaban.
Menulis juga salah satu sifat meneladani para ulama. Sebut saja Imam Ath Thabari, Imam Nawawi, Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Thaimiyyah, Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnu Katsir, Imam Al Qurthubi dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka telah menuliskan ratusan bahkan ribuan judul buku. Imam Ath Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir terkemuka yang membiasakan diri selama 40 tahun menulis 40 lembar setiap hari. Imam Ibnu Al Jauzy yang telah menulis 1000 judul buku dan satu bukunya ada yang mencapai 10 jilid. Imam Ibnu Taimiyyah menyelesaikan setiap buku dalam waktu 1 minggu. Bahkan beliau pernah menuliskan 1 buku dalam 1 kali duduk.
Luar biasa kan? Jadi menulis itu adalah sebuah keharusan. Ilmu yang telah kita pelajari dapat kita simpan dan bagikan dengan menulisnya. Kekuatan sebuah ilmu terletak dari tulisan. . Mengutip sebuah ungkapan seorang ulama salaf Abdullah bin ‘Amru “Qayyidu al-ilma bi al-kitabah (ikatlah ilmu dengan menulisnya). Jika para ulama mampu menuliskan ratusan bahkan ribuan buku di zaman yang penuh dengan keterbatasan, Jadi apalagi yang menghalangi kita untuk menulis.

Banyak sekali fasilitas yang dapat kita manfaatkan untuk memulainya. Contoh Facebook, Twitter, Path, Blog dan sebagianya. Menulis tidak butuh keahlian. Tapi, menulis hanya butuh kemauan, kesabaran, ketekunan, dan keistiqomahan.

Ayo, Menulis untuk membangun peradaban. Ayo, menulis untuk kebutuhan ruhiyah kita. Ayo menulis untuk membentuk karakter. Ayo menulis untuk lebih baik. 1000 langkah untuk membangun peradaban, dimulai dari 1 langkah menuju peradaban. Pena dan Peradaban memang tak dapat dipisahkan. Semangat menulis, mulailah dari hal terkecil. Menulis pengalaman sehari-hari yang terjadi di sekitar kita. Dan yang terpenting, mulailah menata niat menulis untuk melakukan perubahan yang lebih baik

Jadi kenapa harus menulis?

Salam hangat dari newbie yang semangat untuk menulis

Saerah Ahmad
@TetesanEmbun

Rate this article!
PENA DAN PERADABAN,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

2 Responses

  1. author

    shinta urip2 years ago

    Kerenn mba
    Lanjutkan yaa

    Reply
    • author

      Saerah Ahmad2 years ago

      Terima kasih mbak shinta
      Mohon bimbingannya

      Reply

Leave a Reply