Pemberian ASI Perah (ASIP) by Working Mom

Sudah banyak ibu yang menyadari akan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Namun, bagi “working mom” perjuangan untuk memberi ASI terkadang tidak mudah. Tapi, jangan menyerah! Setiap anak berhak menerima ASI dari ibunya. Sekarang sudah banyak perlengkapan untuk membantu pemberian ASI perah, atau disingkat ASIP, untuk bayi, selama ibunya bekerja. Bagaimana caranya? Saya coba paparkan di sini ya.

  1. Perhatikan tempat penyimpanan ASIP. Gunakan wadah dari botol kaca atau plastik yang bebas Bisphenol-A (BPA) dan pastikan botol-botol tersebut sudah disterilkan. Hindari menempatkan ASIP dalam wadah sekali pakai yang tidak diperuntukkan pemakaian berulang.

 

  1. Perhatikan waktu memompa. Selalu catat tanggal dan waktu pada saat memompa. Lebih baik lagi sekalian mencatat nama, terutama bila kita menggunakan kulkas di kantor tempat bekerja.

 

 

  1. Bisa memanfaatkan kulkas di tempat bekerja untuk menyimpan botol ASIP. Dan gunakan cooler bag, untuk membawanya pulang ke rumah. Perhatikan jarak dari saat dipompa, bila ASIP ditempatkan di suhu ruang, jangan melebihi 4 jam. Bila berada di cooler bag, ASIP akan tahan selama 24 jam. Sementara itu, ASIP yang disimpan di lemari pendingin akan tahan hingga 3 hari, dan bila ditempatkan di freezer bisa tahan hingga 6 bulan.

 

  1. Memanaskan ASIP jangan dengan direbus, karena akan merusak komponen ASI. Namun tempatkanlah ASIP dalam wadah berisi air hangat. ASIP yang sudah keluar dari lemari es jangan didinginkan kembali. Begitu pula ASIP yang sudah beku dari freezer, bila sudah keluar dari freezer jangan dibekukan kembali.

 

 

  1. Pemberian ASIP dimulai dari yang lebih dulu dipompa. Semakin lama penyimpanan ASIP akan semakin mengurangi kandungan vitamin pada ASIP. Usahakan memberikan kepada bayi dengan menggunakan sendok atau cup feeder, hindari pemakaian dot karena akan menyebabkan “bingung puting”.
author

Author: 

Leave a Reply